
Rafael Struick bergabung dengan Brisbane Roar. (Instagram/@rafaelstruick)
JawaPos.com – Rafael Struick menunjukkan performa gemilang saat Timnas Indonesia menghadapi Bahrain. Penyerang muda andalan Merah Putih itu berhasil mencetak gol perdana untuk Timnas Indonesia di level senior.
Skuad Garuda dijamu Bahrain dalam matchday ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Kamis (10/10) malam atau Jumat (11/10) dini hari WIB.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Rafael Struick jadi pencetak gol kedua Timnas Indonesia. Dia mencatatkan namanya di papan skor lewat cantik dari luar kotak penati.
Tepatnya pada menit ke-74, di mana Rafael Struick melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti. Tendangan placingnya itu sukses membuat kiper Bahrain mati langkah.
Sayangnya, gol Rafael Struick itu gagal jadi penentu kemenangan Timnas Indonesia atas Bahrain. Pasalnya, sang tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan pada injury time babak kedua lewat gol yang dicetak oleh Mohamed Marhoon.
Gol Marhoon itu cukup kontroversial karena tercipta pada menit ke-90+9. Sedangkan tambahan waktu yang diberikan perangkat pertandingan sebenarnya hanya enam menit.
Terlepas dari itu, aksi dan gol yang dicetak oleh Rafael Struick terbilang apik. Nah, ada baiknya menyimak profil penyerang andalan Garuda tersebut.
Profil Rafael Struick
Memiliki nama lengkap Rafael William Struick, pemain Brisbane Roar ini lahir di Zoetermeer, Belanda pada 27 Maret 2003. Pemain berusia 21 tahun itu lahir dari ayah bernama Brian Struick, warga Belanda keturunan Indonesia. Sementara ibunya, Soraya Noraly Soedito merupakan warga Belanda keturunan Suriname.
Rafael Struick memiliki nenek dari pihak ayahnya yang lahir di Semarang pada 24 April 1952. Sang nenek bernama Eleonora Fredrika Rientsma Struick yang lahir di Semarang pada 24 April 1952.
Pemain yang awalnya diproyeksi untuk Timnas Indonesia U-20 untuk Piala Dunia U-20 2021 itu telah resmi menjasi warga negara Indonesia (WNI) pada 22 Mei 2023. Dia menjalani proses naturalisasi bersama pemain muda lainnya, Ivar Jenner.
Untuk karier sepak bola, Rafael Struick memulainya dengan menempuh ilmu dasar di Akademi Forum Sport. Dia kemudian pindah ke RKAVV Leidschendam pada 2020.
Tapi, kebersamaan Rafael Struick di RKAVV hanya setahun. Dia memutuskan hengkang ke Akademi ADO Den Haag dan tampil untuk tim U-18 (2020-2021) dan U-21 (2021-2022).
Ketika membela ADO Den Haag U-18, kesempatan bermain Rafael Struick memang minim, yakni hanya tampil empat kali. Tapi dia sangat produktit dengan berhasil mencetak tiga gol serta satu assist. Kemudian di Den Haag U-21, Struick berhasil mencatatkan 10 gol dan 5 assist dalam 41 pertandingan.
Pada 2022, Rafael Struick dapat kesempatan promosi ke tim utama ADO Den Haag. Namun, kesempatan yang didapat di level senior juga tidak banyak. Dia hanya bermain sebanyak 11 kali.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
