Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Oktober 2024 | 00.20 WIB

Sumardji Bongkar Kronologi Terkena Kartu Merah saat Bahrain vs Timnas Indonesia: Wasit Ahmed Al Kaf Terlalu Mencolok Bela Tuan Rumah

Manajer tim nasional Indonesia Sumardji. (ANTARA) - Image

Manajer tim nasional Indonesia Sumardji. (ANTARA)

JawaPos.com - Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, akhirnya buka suara soal kartu merah yang diterima dirinya saat Garuda bermain imbang 2-2 melawan Bahrain. Dia blak-blakan membongkar kronologi lengkap kejadian yang sesungguhnya dan menyebut wasit Ahmed Al Kaf berat sebelah.

Duel Timnas Indonesia kontra Bahrain di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Kamis (10/10) malam jadi pertandingan sarat drama yang dijalani Garuda dalam putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Sebab, kemenangan di depan mata harus sirna dalam sekejap.

Tiga poin perdana Timnas Indonesia hilang seketika karena gol kontroversial yang dicetak oleh tuan rumah Bahrain di menit akhir alias saat injury time babak kedua. Padahal, Garuda unggul 2-1 hingga 90 menit waktu normal.

Gol Bahrain itu dicetak oleh Mohamed Marhoon pada menit ke-90+9. Gol tersebut sangat kontroversial dan mengherankan karena tambahan waktu yang diberikan perangkat pertandingan sebenarnya hanya enam menit.

Timnas Indonesia kemudian sempat melakukan protes di akhir pertandingan. Protes itu diawali oleh Shin Tae-yong dan beberapa pemain lain seperti kapten Jay Idzes, Mees Hilgers, Ragnar Oratmangoen, dan Rafael Struick.

Komplain tersebut bahkan berujung keributan kecil. Apalagi, setelah Shayne Pattynama ikut komplain ke wasit yang kemudian dia dan Jay sempat terlihat bersitegang dengan pihak keamanan yang bertugas di lapangan.

Beruntung para pemain dan staf pelatih Timnas Indonesia dalam kondisi aman semua. Tapi, keributan itu membuat Sumardji terkena kartu merah akibat protes berlebihan.

Setelah tak ada kabar, Sumardji akhirnya mengungkap kronologi lengkap kejadian itu. Dia mengakui bahwa kartu merah didapat karena melakukan protes keras terhadap kepemimpinan wasit Ahmed Al Kaf dari Oman.

"Jadi kartu merah yang dialamatkan ke saya, itu memang saya melakukan protes. Pertama, protes itu biasa dengan melihat kondisi saat itu di tambahan waktu di menit keenam lebih 30 detik saya melakukan protes," ungkap Sumardji saat dihubungi JawaPos.com.

"Tapi, wasit keempat, cadangan, menyampaikan masih kurang 1 menit. Saya diam dan duduk lagi," tambah mantan Kapolresta Sidoarjo ini.

Namun, ketika laga mau masuk menit ke-98, pertandingan belum berhenti juga. Sumardji pun melakukan protes lagi kepada wasit cadangan yang bertugas.

Protes Sumardji pun semakin keras karena tak lama setelahnya, Bahrain sukses mencetak gol penyama kedudukan, gol yang membatalkan kemenangan Timnas Indonesia yang sudah di depan mata.

"Terus begitu memasuki menit ke-97 lebih 30 detik, saya langsung berdiri, saya protes keras sampai dengan menit ke-98, sampai dengan terjadinya gol, itu saya memang protes keras,” beber Sumardji.

Menurut Sumardji, kartu merah dan pertandingan kemarin jadi bukti bahwa wasit Ahmed Al Kaf tidak menjunjung tinggi azas fair play dalam memimpin duel Bahrain vs Timnas Indonesia. Dia menilai pengadil lapangan asal Oman itu tidak bertugas sesuai dengan aturan.

"Karena itu menurut saya itu terlalu mencolok dan terlalu kelihatan sekali kalau membela salah satu tim/negara, dan itu preseden buruk buat kita semuanya," ucapnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore