Bruno Moreira jadi salah satu pemain di lini depan Persebaya Surabaya yang diwaspadai Wagner Lopes. (Instagram/@brunomoreira99)
JawaPos.com — Kabar naturalisasi pemain Brasil untuk memperkuat Timnas Indonesia sebenarnya bukan hal baru. Pada 2020, proyek naturalisasi pemain muda Brasil sempat mencuri perhatian.
Kala itu, lima pemain muda Brasil didatangkan ke Indonesia dan bergabung dengan klub-klub Liga 1. Mereka adalah Pedro Henrique Bartoli Jardim dan Hugo Guilherme Correa Grillo di Arema FC, Thiago Apolinario Pereira dan Maike Henrique Irine De Lima di Persija Jakarta, serta Robert Junior Rodrigues Santos di Madura United.
Kedatangan mereka disebut-sebut merupakan bagian dari proyek naturalisasi untuk memperkuat timnas U-20 Indonesia di Piala Dunia U-20 2021. Namun, keberadaan mereka tidak berlangsung lama karena berbagai kendala yang muncul.
Sayangnya, Liga 1 2020 yang menjadi tempat mereka berkompetisi harus ditunda akibat pandemi COVID-19. Akibatnya, kelima pemain muda tersebut kembali ke Brasil tanpa sempat membuktikan kemampuan mereka di Indonesia.
Salah satu pemain, Thiago Apolinario Pereira, kemudian mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kedatangan mereka ke Indonesia. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Felipe Valdes pada November 2020, ia membenarkan mereka adalah bagian dari proyek naturalisasi Timnas Indonesia U-20.
Thiago mengungkapkan tujuan mereka adalah membantu Indonesia bersaing di Piala Dunia U-20 2021. Meski begitu, proyek ini mendapat banyak penolakan dari masyarakat dan media.
"Saya ke Indonesia bersama empat pemain lainnya. Kami harus jadi WNI untuk tim nasional, tapi banyak orang yang tidak setuju dengan ide itu," kata Thiago Apolinario.
Menurut Thiago, rencana awalnya adalah menempatkan mereka di klub lokal sebelum akhirnya bergabung dengan Timnas Indonesia. Namun, rencana tersebut tidak berjalan lancar karena berbagai alasan, termasuk penolakan publik dan pandemi yang mengacaukan jadwal kompetisi.
"Ya, kami memang ingin dinaturalisasi dan masuk ke tim lokal serta Timnas Indonesia juga. Sebenarnya proyek itu sangat bagus, tapi tidak berhasil," ungkap Thiago.
Thiago juga merasa kecewa karena proyek tersebut gagal. Ia dan rekan-rekannya harus kembali ke Brasil tanpa kejelasan masa depan di Indonesia.
"Banyak orang yang tidak setuju, termasuk beberapa media juga. Padahal, kami mau membantu Indonesia tapi rupanya gagal," kata Thiago.
"Kami tidak terlalu senang gara-gara itu (proyek naturalisasi yang gagal). Dan, semua kompetisi sepak bola akan terjadi tahun depan aja gara-gara corona. Kami sudah tidak ada kegiatan di Indonesia. Mungkin kami balik ke Indonesia musim depan, kalo ada yang tertarik dengan kami," kata Thiago.
"Dalam proyek itu aku tidak yakin, karena kami seharusnya main Piala Dunia U-20 tahun depan. Kayaknya sudah tidak ada waktu cukup. Tapi, mungkin timnya masih berminat kepada kami," tambahnya.
Meski demikian, Thiago sempat menyatakan keinginannya untuk kembali ke Indonesia jika ada klub yang berminat merekrutnya. Sayangnya, hingga kini, namanya tidak lagi terdengar di dunia sepak bola Indonesia.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
