Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Desember 2024 | 17.43 WIB

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan Ungkap Alasan Arema FC Pulang Naik Rantis Usai Hadapi Persebaya Surabaya

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan menjelaskan alasan krusial Arema FC pulang naik rantis bukan bus saat hadapi Persebaya Surabaya. (Instagram @surabayapolice1.official)

 

JawaPos.com — Persebaya Surabaya kembali memetik kemenangan penting dalam lanjutan Liga 1 2024/2025. Dalam laga panas melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Green Force menang dramatis dengan skor 3-2.

Flavio Silva menjadi pahlawan Persebaya Surabaya dengan mencetak dua gol penting, termasuk penalti di menit akhir. Sementara itu, satu gol lainnya disumbangkan oleh Malik Risaldi yang tampil apik sepanjang laga.

Pertandingan ini dipimpin oleh Uston Nawawi menggantikan Paul Munster, yang absen karena akumulasi kartu. Meski tanpa sang pelatih kepala, Persebaya Surabaya tampil dominan dan terus menyerang hingga peluit akhir berbunyi.

Arema FC sempat memberikan perlawanan sengit dan berhasil menyamakan kedudukan lewat penalti William Moreira di babak kedua. Namun, upaya mereka harus kandas setelah penalti Flavio Silva di injury time memastikan kemenangan Persebaya Surabaya.

Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya mengukuhkan posisinya di puncak klasemen Liga 1 dengan raihan 30 poin. Namun, sorotan tidak hanya tertuju pada kemenangan ini, melainkan juga pada kepulangan tim Arema FC yang harus menggunakan kendaraan taktis (rantis).

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Dr. Luthfie Sulistiawan, menjelaskan alasan di balik keputusan tersebut. Menurutnya, penggunaan rantis adalah langkah standar untuk menjaga keamanan semua pihak, terutama di laga yang memiliki rivalitas tinggi seperti Persebaya Surabaya melawan Arema FC.

“Alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada kendala, sesuai yang kita rencanakan dari awal,” ujar Kombes Luthfie saat ditemui wartawan usai pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo. Ia juga mengapresiasi kedewasaan para suporter yang mampu menjaga situasi tetap kondusif sepanjang laga.

Keputusan menggunakan rantis bukanlah langkah yang baru atau aneh, melainkan bagian dari protokol keamanan. Kapolrestabes menegaskan tindakan ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi di luar stadion.

“Ini (Arema FC pulang naik rantis) adalah standar biasa saja,” tambahnya. Ia juga memastikan langkah ini dilakukan demi menjaga kelancaran dan keamanan bagi tim tamu hingga mereka tiba di tempat tujuan.

Kombes Luthfie mengungkapkan pengamanan pertandingan ini telah dirancang secara matang bersama semua pihak terkait. Mulai dari Panpel Persebaya Surabaya hingga elemen kepolisian, semua pihak telah bekerja sama untuk memastikan situasi tetap terkendali.

Ia juga menyebut penggunaan rantis bukan berarti ada ancaman serius. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk antisipasi agar rivalitas panas kedua tim tidak meluas di luar lapangan.

“Terima kasih kepada seluruh suporter paling bisa menjaga situasi, kondusif sampai dengan sekarang. Alhamdulillah. Mudah-mudahan ini sebuah tanda baik untuk ke depannya,” ujar Kombes Luthfie dengan penuh harapan.

Rivalitas panjang antara Persebaya Surabaya dan Arema memang selalu menjadi sorotan setiap kali kedua tim bertemu. Namun, dalam laga ini, suasana di dalam dan luar stadion berhasil dijaga tetap kondusif berkat koordinasi yang baik antara semua pihak.

Menurut Kombes Luthfie, langkah preventif seperti ini sangat penting untuk menjaga citra positif sepak bola Indonesia. Ia berharap agar rivalitas kedua tim tetap berada dalam koridor sportivitas dan tidak memicu konflik di luar lapangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore