Arief Catur Pamungkas jadi salah satu pemain penting Persebaya Surabaya di putaran pertama Liga 1 Indonesia. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya menutup paruh pertama Liga 1 Indonesia musim 2024/2025 dengan catatan fantastis. Di bawah komando Paul Munster, Green Force berhasil mengumpulkan 37 poin dari 17 laga, pencapaian terbaik mereka di era Liga 1.
Catatan tersebut diraih berkat 11 kemenangan, 4 hasil imbang, dan hanya 2 kali menelan kekalahan. Dengan hasil ini, Persebaya Surabaya menduduki peringkat kedua klasemen sementara, menunjukkan progres signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Sebagai perbandingan, musim 2023/2024 Persebaya Surabaya hanya mampu mengumpulkan 42 poin dari 34 pertandingan dan finis di posisi ke-12. Kini, Paul Munster berhasil meracik tim dengan kombinasi solid antara pemain muda dan senior.
Arief Catur Pamungkas muncul sebagai salah satu kunci sukses Persebaya Surabaya musim ini. Pemain yang dijuluki 'tukang jagal' ini tampil konsisten dan menjadi andalan di lini tengah pertahanan tim.
Dalam enam pertandingan padat Desember 2024, Arief Catur hanya absen satu kali karena akumulasi kartu kuning. Selama lima laga yang dimainkan, ia mencatatkan total 19 tekel dengan rata-rata 3,81 tekel per 90 menit.
Statistik ini menunjukkan betapa vital peran Arief Catur dalam menghalau serangan lawan. Dengan menit bermain sebanyak 449 dalam periode tersebut, ia terus membuktikan diri sebagai pemain yang tangguh.
Secara keseluruhan musim ini, Arief Catur telah tampil dalam 11 pertandingan dengan total 881 menit bermain. Dari 10 kali menjadi starter, kontribusinya terlihat jelas di semua aspek permainan.
Dalam urusan menyerang, Arief Catur mencatatkan 4 umpan kunci, 3 tembakan, dan 1 tembakan tepat sasaran. Meski bukan pemain yang diandalkan untuk mencetak gol, kontribusinya dalam membangun serangan tetap terlihat.
Akurasi tembakan Arief Catur tercatat sebesar 34%, sebuah angka yang cukup baik untuk seorang pemain dengan peran bertahan. Namun, kontribusi terbesarnya tentu saja ada pada aspek bertahan dan permainan tim.
Dalam hal distribusi bola, Arief Catur telah melakukan 391 umpan dengan tingkat keberhasilan sebesar 79%. Ia juga mencatatkan 30 umpan silang, 6 umpan terobosan, dan 9 umpan kepala.
Permainan Persebaya Surabaya semakin hidup dengan kehadiran Arief Catur di lapangan. Akurasi umpannya yang konsisten menjadi faktor penting dalam menjaga ritme permainan.
Di sisi pertahanan, Arief Catur mencatatkan 55 tekel dengan 33 di antaranya sukses. Selain itu, ia juga membuat 38 intersep, 15 sapuan, dan 2 blok tembakan.
Statistik tersebut memperkuat label 'tukang jagal' yang disematkan kepadanya. Keberaniannya dalam duel satu lawan satu menjadi salah satu kunci solidnya lini belakang Persebaya Surabaya.
Namun, agresivitas Arief Catur juga membawa konsekuensi berupa koleksi kartu kuning yang cukup banyak. Hingga paruh musim, ia telah menerima 5 kartu kuning, menjadi yang terbanyak di skuad Persebaya Surabaya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
