Rayhan Hannan memperpanjang kontraknya bersama Persija Jakarta sampai akhir musim depan (Instagram Rayhan Hannan)
JawaPos.com - Persija Jakarta dikenal sebagai tim yang sangat ramah dengan pemain muda karena kerap memberikan kesempatan bermain lebih kepada pesepak bola jebolan akademi. Namun, hal itu kurang dipraktikkan oleh Carlos Pena.
Hingga putaran pertama Liga 1 Indonesia 2024/2025, Carlos Pena telah mengorbitkan dua pemain jebolan akademi, yakni Aditya Warman dan Alwi Fadillah. Mereka melakoni debut saat Persija Jakarta meraih kemenangan tipis 1-0 atas Semen Padang di Stadion H. Agus Salim, Padang, Jumat (6/12/2024).
Kedua pesepak bola itu tampil sebagai pemain pengganti. Aditya Warman masuk pada menit ke-66 untuk menggantikan posisi Syahrian Abimanyu. Sementara Alwi bermain pada menit ke-73, menggantikan Witan Sulaeman.
Namun setelah itu, Aditya Warman dan Alwi Fadillah hanya memainkan masing-masing satu laga lagi. Menit bermainnya pun sangat minim. Hal inilah yang dikritisi oleh Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PP The Jakmania, Fadel Busthomy.
"Satu hal yang perlu kita kritisi adalah kesempatan bermain untuk pemain-pemain muda sih, yang saat ini masih kurang banget," kata Fadel Busthomy saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (5/1).
Di satu sisi, Fadel memahami alasan Carlos Pena jarang memberikan kesempatan pemain muda. Dia menilai pelatih asal Spanyol itu tak berani ambil risiko.
"Harus diakui memang kondisi yang ada memang sepertinya, Carlos Peña sebagai pelatih saat ini tidak berani mengambil risiko banyak untuk memainkan pemain muda," katanya.
"Karena mungkin ya mungkin ya tekanan yang cukup tinggi menyebabkan kayaknya Carlos Peña tidak berani mengambil risiko dengan memainkan pemain-pemain muda," tambah Fadel.
Sampai saat ini, Persija Jakarta masih memiliki sejumlah pemain muda yang belum dapat kesempatan bermain. Yakni Dia Syayid, Adre Arido, Hafizh Rizkianur, Agi Firmansyah, dan Zahaby Gholy. Mereka sejauh ini hanya masuk dalam lineup dan duduk di bangku cadangan saja.
Jakmania berharap Carlos Pena bisa memberikan kesempatan bermain kepada para pemain muda jebolan akademi lagi. Tentunya dengan menit lebih banyak.
"Karena apa? Karena yang kita takuti adalah apabila pemain-pemain muda dari Akademi Persija tidak mendapatkan menit bermain yang cukup, dia tidak bisa berkembang. Dan yang ditakutkan adalah pemain-pemain ini akan hilang begitu saja," jelas Fadel.
Jika dibandingkan dengan pelatih Persija sebelumnya, Thomas Doll, Carlos Pena memang tidak lebih baik. Sebab di era Doll, banyak pemain muda yang melakoni debut.
Pada musim pertamanya musim 2022/2023, Thomas Doll memberikan kesempatan debut kepada Ginanjar Wahyu, Frengky Missa, Sandi Arta Samosir, dan Cahya Supriadi. Dia juga jadi sosok yang membuat Rayhan Hannan bisa debut bareng Persija pada 2023/2024.
Selain itu, Thomas Doll saat bersama Persija juga kerap memainkan pemainn-pemain muda yang sebelumnya sudah debut bersama pelatih Angelo Alessio. Mereka adalah Alfriyanto Nico Saputro, Raka Cahyana Rizky, Dony Tri Pamungkas, Ilham Rio Fahmi, dan Muhammad Ferarri.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
