Editan foto Erick Thohir dan Erik Ten Hag bersalaman (Istimewa)
JawaPos.com - Drama masa depan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia memasuki babak baru. Unggahan salah satu anggota Exco PSSI, Khairul Anwar, memicu spekulasi tentang masa depan pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Dalam unggahannya, Khairul mengucapkan terima kasih kepada STY, yang disebutnya sebagai bagian dari sejarah transformasi sepak bola Indonesia. “Terima kasih STY atas kebersamaannya selama ini. Kamu tetap menjadi bagian sejarah transformasi sepak bola Indonesia,” tulis Khairul di akun Instagram pribadinya, yang kini telah dikunci.
Unggahan itu langsung viral, menimbulkan diskusi panas di kalangan pecinta sepak bola nasional. Spekulasi semakin menguat setelah Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengeluarkan pernyataan ambigu usai kemenangan Timnas Indonesia melawan Arab Saudi di Stadion Gelora Bung Karno.
Dalam pertandingan yang bersejarah tersebut, Erick menegaskan bahwa semua aspek tim akan dievaluasi. Namun, kalimat singkat ini justru membuat banyak pihak bertanya-tanya tentang kelanjutan kerja sama dengan STY.
Meski diwarnai berbagai kontroversi, prestasi STY selama memimpin Timnas Indonesia tidak bisa diabaikan. Di bawah arahannya, Indonesia mencapai sejumlah pencapaian besar, seperti peringkat kedua di AFF 2020, semifinal Piala Asia U-23 2024, dan lolos ke Piala Asia 2027.
Selain itu, STY berhasil membawa Garuda ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026, sebuah capaian yang jarang terjadi sebelumnya. Namun, kegagalan Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2024 menjadi pukulan telak.
Hasil ini membuat sebagian pihak mempertanyakan kelayakan STY untuk terus memimpin skuad Garuda. Perdebatan di media sosial pun mencerminkan pendapat yang terbelah: sebagian mendukung penuh STY, sementara yang lain menilai pergantian pelatih adalah langkah yang diperlukan.
Erik Ten Hag Muncul sebagai Kandidat
Di tengah ketidakpastian ini, rumor tentang PSSI yang akan mendatangkan pelatih asal Eropa semakin santer terdengar. Nama Erik Ten Hag, mantan pelatih Manchester United, mencuat sebagai salah satu kandidat pengganti STY.
Wacana ini tak lepas dari usulan netizen yang menyodorkan Ten Hag sebagai solusi ideal untuk Timnas Indonesia. Bahkan, ada yang sudah mengedit foto ketua umum PSSI Erick Thohir, bersalaman dengan Eruck Thohir.
Komentar-komentar netizen pun beragam. Salah satunya menyebut, “Baru seminggu langsung minta FDJ (Frenkie de Jong) dinaturalisasi.” Ada juga yang berkomentar, “Pemain Belanda, pelatih Belanda, ngasih instruksi langsung nggak perlu penerjemah.”
Pendukung ide ini menilai pelatih asal Belanda memiliki gaya permainan yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. “Siap dapat piala. Tim medioker penghuni papan bawah aja bisa dikasih dua piala, apalagi Garuda Asia Tenggara,” ujar salah satu pengguna media sosial.
Evaluasi yang Berjalan dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Saat ini, PSSI masih bungkam terkait nasib Shin Tae-yong. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, mengonfirmasi bahwa rapat Exco PSSI baru-baru ini membahas berbagai isu, termasuk masa depan tim nasional.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
