
Ketua Umum PSSI Erick Thohir bersama jajaran pimpinan lainnya saat konferensi pers pemecatan Shin Tae-yong di Jakarta, Senin (6/1/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Desas desus pemecatan Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan Timnas Indonesia akhirnya terjawab hari ini, Senin (6/1) usai diumumkan langsung oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir. Erick mengungkapkan keputusan pemecatan STY sudah dipertimbangkan sejak jauh hari. Bahkan, sudah dipertimbangkan sebelum kekalahan melawan Tiongkok dengan skor 2-1 dalam laga Kualifikasi Piala Dunia putaran 3, Oktober 2024 lalu.
Dalam laga tersebut, sebagian pihak menuding keputusan STY yang banyak melakukan rotasi pemain dianggap jadi biang keladi kekalahan Indonesia. “Dinamika ini cukup kompleks, kalau saja kita mengambil keputusan yang tergesa-gesa mungkin kurang baik juga,” jelas Erick saat konferensi pers dilansir dari PSSI TV, Senin (6/1).
“Tetapi kita sudah dirasakan bahkan sebelum Indonesia melawan Tiongkok, cuma waktunya terlalu mepet. (Momen) yang terbaik ya hari ini karena kita masih punya waktu hampir 2,5 bulan untuk persiapan,” sambungnya.
Erick Thohir menuturkan beberapa alasan yang menjadi pertimbangan memberhentikan Shin Tae-yong. Penerapan strategi yang sejalan serta komunikasi dengan pemain menjadi sorotan ketua PSSI tersebut.
“Perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang tentu disepakati oleh para pemain. Komunikasi yang lebih baik, dan tentu implementasi programyang lebih baik juga secara menyeluruh untuk Tim Nasional,” jelasnya.
Erick pun mengucapkan terima kasih kepada STY yang telah menorehkan berbagai prestasi mentereng selama lima tahun melatih skuad Garuda. “Tentu kita mengucakpak terima kasih kepada kinerja coach Shin Tae-yong selama ini, hubungan saya sangat baik,” ucap Erick.
Selama melatih Indonesia, STY beberapa kali mencetak rekor impresif. Diantaranya membawa Indonesia lolos ke Piala Asia 2023, sekaligus mengakhiri paceklik 16 tahun absen di turnamen tersebut. Selain itu, STY juga berhasil membawa Timnas U-23 melaju hingga empat besar Piala Asia U-23 2024 dan nyaris lolos ke Olimpiade 2024. Atas prestasinya itu, kontrak STY diperpanjang kontrak hingga 2027 pada Juni 2024 lalu.
Belum berhenti di situ, pelatih berusia 54 tahun ini juga sukses membawa Indonesia lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Di babak yang dihuni tim raksasa Asia ini, Indonesia masih bercokol di peringkat ketiga klasemen Grup C di bawah Jepang dan Australia. Jay Idzes dkk bahkan berada di atas Arab Saudi, Bahrain, dan Tiongkok.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
