Pemain PSIS Semarang, Alfeandra Dewangga, mengaku siap membawa timnya meraih kemenangan saat dijamu Persis Solo di Stadion Manahan, malam ini. (Badan Liga Indonesia)
JawaPos.com - Timnas Indonesia telah melakukan pemberhentian terhadap Shin Tae-yong. Pengganti kabarnya segera diumumkan oleh PSSI pada 12 Januari mendatang. Sejumlah nama sudah mencuat namun masih belum melaksanakan langkah serius, yaitu penandatanganan kontrak.
Timnas Indonesia akan masuk era baru pada posisi tim kepelatihan setelah STY tak lagi membesut Justin Hubner dan kawan-kawan. Tentu dalam transisi sebuah tim, pasti akan ada filosofi baru.
Era STY kerap membawa sejumlah pemain muda yang minim pengalaman internasional, seperti Malik Risaldi, Wahyu Prasetyo, dan beberapa pemain lainnya.
Kabar berhembus kencang calon nahkoda baru Timnas Indonesia adalah Patrick Kluivert. Informasi tersebut diberikan oleh beberapa tokoh terkenal di Eropa salah satunya Fabrizio Romano, pada Senin (6/1).
Patrick Kluivert memiliki rekam jejak rata-rata berada di lingkungan akademi atau tim usia muda, yang tentu saja pengalaman tersebut bisa ia kembangkan di timnas yang termasuk didominasi skuad usia masih muda.
Pada akhir era STY pemain Liga 1 yang mendapat panggilan hanya nama itu-itu saja dan dapat dihitung dengan jari ketika masuk skuad utamanya. Bahkan, pemain yang bermenit bermain rendah di klub mendapat panggilan timnas.
Beberapa pemain yang menonjol di klub Liga 1 pun jarang mendapat panggilan, mungkin saja kriteria dan filosofi sepak bolanya tidak sesuai dengan STY.
Berikut 3 pemain Liga 1 Indonesia memiliki potensi masuk skuad era baru Timnas Indonesia:
1. Alfeandra Dewangga
Alfeandra Dewangga merupakan pemain berusia 23 tahun yang kini bermain untuk PSIS Semarang. Dewangga sebetulnya sempat masuk proyeksi Timnas Indonesia era STY pada AFF 2020. Dewangga mampu bermain baik pada ajang tersebut dengan mencatatkan 8 pertandingan selama 720 menit.
Dirinya mulai tak dipanggil Timnas pada Mei tahun 2024, laga terakhirnya ketika melawan Guinea U-23 di Playoff Olimpiade Paris 2025 itupun Timnas U-23 bukan senior.
Alfeandra Dewangga dapat bermain pada beberapa posisi beratahan, mulai dari bek tengah, bek kiri, dan gelandang pengangkut air. Dewangga pun memiliki kelebiahan dengan kaki kirinya untuk membantu proses membangun serangan.
Dewangga salah satu gelandang modern yang dapat bermain pada banyak posisi. Keberadaan Dewangga di Timnas juga akan memberikan persaingan pada berbagai posisi terutama tengah yang dihuni Ivar Jenner, dan Thom Haye.
Kelebihan yang dimilikinya membuat pelatih PSIS Semarang selalu memainkannya sebanyak 16 pertandingan hingga paruh musim, bahkan sempat masuk rumor rebutan tim besar Liga 1 untuk mendapat jasanya seperti Persija.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
