
Shin Tae-yong jadi salah satu pelatih yang catatkan sejarah bagi Timnas Indonesia. (Instagram @shintaeyong7777)
JawaPos.com – Gelombang kekecewaan atas penghentian Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih tim Indonesia masih belum padam. Selasa (7/1), suporter yang menamakan diri Ultras Garuda melayangak surat terbuka kepada PSSI.
Dalam akun Instagram-nya @ultrasgarudaofficial mengunggah surel kepada ketua umum PSSI Erick Thohir. Dalam surat itu mereka mempertanyakan pemberhentian STY dan berharap ada dialog terbuka dengan suporter.
“Kami merasa bahwa keputusan tersebut (pemberhentian STY, Red) perlu dikaji lebih mendalam, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap perkembangan tim nasional dan harapan masyarakat pecinta sepak bola Indonesia,” bunyi kalimat dalam surel yang dikirim Ultras Garuda.
Pakar Komunikasi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Fajar Junaedi melihat era STY mendapat penilaian positif dalam ingatan kolektif suporter Indonesia. Meski faktanya tak ada piala yang dihasilkan oleh eks pelatih Korsel itu.
“Kegairahan publik terhadap timnas sepak bola melampaui batas suporter sepak bola yang ada. Sebelumnya kegairahan mendukung timnas Garuda hanya berkisar pada pusaran suporter sepak bola,” tulis Fajar lewat WhatsApp.
Sekretaris Lembaga Pengembangan Olahraga Muhammadiyah itu juga menyebut STY dan timnas eranya sukses menarik publik dengan cakupan yang kian luas. Padahal sebelumnya mereka tak seberapa aware soal sepak bola maupun timnas.
“Bahkan ada segmen baru penggemar timnas yang bisa disebut sebagai fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Akan tetapi segmen baru ini menunjukkan meluasnya sokongan buat sepak bola Indonesia,” lanjut Fajar.
Selain itu, setiap laga timnas era STY batas gender suporter semakin terkikis. Sebelumnya didominasi suporter pria, maka pesona juga karisma pemain-pemain timnas STY menarik kaum hawa datang ke stadion.
“Dalam perspektif cultural studies ini fenomena ini menunjukkan menguatnya identitas kebangsaan lewat sepak bola,” tulis penulis buku Merawat Sepak Bola Indonesia itu.
"Jangan lupa kalau nobar timnas digelar secara sukarela oleh masyarakat Indonesia di halaman rumah, balai desa, hingga warkop. Lalu keriuhan media sosial saat timnas main itu menjadi fenomena tersendiri yang menunjukkan STY dan timnas memang mendapat hati di kalangan masyarakat,” pungkas Fajar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
