Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 00.01 WIB

Bomber Kesayangan Bonek Arsenio Valpoort Beberkan Kebahagiaannya Semasa di Persebaya Surabaya, Kenang Aji Santoso dan Stefano Lillipaly

PETIK PENGALAMAN: Ekspresi kekecewaan kiper Persebaya Andhika Ramadhani ketika gawangnya kebobolan saat melawan PSIS Semarang. SALMAN TOYIBI/JAWA POS

JawaPos.com - Arsenio Valpoort berbagi pengalamannya saat berkarir di sepak bola Indonesia dan bergabung dengan Persebaya Surabaya pada tahun 2022. Saat itu, ia datang di masa kepelatihan Aji Santoso untuk memperkuat lini penyerangan Persebaya. 

Bermain bersama Persebaya, ternyata menyimpan memori manis bagi karirnya, utamanya saat diasuh Aji Santoso. "Itu adalah puncak karir saya. Sebuah petualangan istimewa. Saya sangat senang bisa mengalaminya," ucap Arsenio Valpoort yang diwawancarai media Belanda, Sport News, Rabu (22/1). 

Bomber yang sudah kenyang pengalaman bermain di beberapa klub Eropa itu menganggap fanatisme pendukung sepak bola Indonesia, khususnya Bonek sangatlah berbeda.

"Saya bermain untuk klub besar di Eropa, seperti Ferencvárosi di Hungaria, tapi di Indonesia saya merasakan bagaimana rasanya menjadi bintang. Saya merasa bahwa saya sedang bermain untuk klub top Eropa seperti Ajax atau Feyenoord," kata Arsenio Valpoort. 

Pemain yang kini berusia 32 tahun itu menceritakan berbagai dukungan dan kritik di sosial media yang ia terima saat menjadi punggawa Persebaya. "Dengan dukungan dari para penggemar, tetapi juga kritik dan berurusan dengan media sosial. Anak-anak kecil memotong rambut mereka seperti yang saya lakukan dan berjalan dengan mengenakan baju saya," ujar Valpoort. 

Selain itu, momen dikawal oleh polisi setelah latihan juga menjadi kenangan yang membekas di ingatan Valpoort. "Usai latihan kami harus meninggalkan stadion di bawah pengawalan polisi, karena ada ribuan fans di luar stadion. Itu adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan.”

Salah satu teman dekat Valpoort di Indonesia adalah Stefano Lillipaly yang merupakan teman masa kecilnya di Belanda dan tinggal di Amsterdam, bahkan rumah mereka hanya berjarak lima menit. "Aku sudah lama tidak berbicara dengannya, tapi aku pasti mengikuti kabarnya. Dia benar-benar "Tuhan" di Indonesia. Dia telah membuka pintu bagi banyak pemain dan juga mewujudkannya bersama tim nasional," ucapnya. 

Bersama Lillipaly, Valpoort selalu meminta saran tentang bagaimana menghadapi ketenaran saat berkarir di Indonesia. Hal tersebut cukup beralasan karena di Belanda ia tidak banyak dikenali orang, sementara di Indonesia banyak pendukung yang selalu meminta foto dan tanda tangan.

"Para pemain adalah pahlawan sejati bagi para penggemar. Saya memahami betul bahwa ini adalah petualangan besar bagi banyak anak laki-laki yang tumbuh di Belanda dan berasal dari Indonesia," tuturnya. 

Saat ditanya tentang Timnas Indonesia dan target lolos ke Piala Dunia 2026, Arsenio Valpoort mengatakan bahwa keinginan tersebut bisa terwujud. "Pemain yang dipanggil dari Belanda membawa banyak kualitas dan (Patrick) Kluivert tentunya punya banyak pengalaman. Saya yakin mereka punya peluang untuk lolos."

Melansir Transfermarkt, Arsenio Valpoort bermain sebanyak 11 pertandingan bersama Green Force. Ia hanya mampu mengoleksi satu gol saat laga imbang 2-2 melawan Persela Lamongan. 

Arsenio Valpoort

 
Editor: Hendra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore