PETIK PENGALAMAN: Ekspresi kekecewaan kiper Persebaya Andhika Ramadhani ketika gawangnya kebobolan saat melawan PSIS Semarang. SALMAN TOYIBI/JAWA POS
JawaPos.com - Arsenio Valpoort berbagi pengalamannya saat berkarir di sepak bola Indonesia dan bergabung dengan Persebaya Surabaya pada tahun 2022. Saat itu, ia datang di masa kepelatihan Aji Santoso untuk memperkuat lini penyerangan Persebaya.
Bermain bersama Persebaya, ternyata menyimpan memori manis bagi karirnya, utamanya saat diasuh Aji Santoso. "Itu adalah puncak karir saya. Sebuah petualangan istimewa. Saya sangat senang bisa mengalaminya," ucap Arsenio Valpoort yang diwawancarai media Belanda, Sport News, Rabu (22/1).
Bomber yang sudah kenyang pengalaman bermain di beberapa klub Eropa itu menganggap fanatisme pendukung sepak bola Indonesia, khususnya Bonek sangatlah berbeda.
"Saya bermain untuk klub besar di Eropa, seperti Ferencvárosi di Hungaria, tapi di Indonesia saya merasakan bagaimana rasanya menjadi bintang. Saya merasa bahwa saya sedang bermain untuk klub top Eropa seperti Ajax atau Feyenoord," kata Arsenio Valpoort.
Pemain yang kini berusia 32 tahun itu menceritakan berbagai dukungan dan kritik di sosial media yang ia terima saat menjadi punggawa Persebaya. "Dengan dukungan dari para penggemar, tetapi juga kritik dan berurusan dengan media sosial. Anak-anak kecil memotong rambut mereka seperti yang saya lakukan dan berjalan dengan mengenakan baju saya," ujar Valpoort.
Selain itu, momen dikawal oleh polisi setelah latihan juga menjadi kenangan yang membekas di ingatan Valpoort. "Usai latihan kami harus meninggalkan stadion di bawah pengawalan polisi, karena ada ribuan fans di luar stadion. Itu adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan.”
Salah satu teman dekat Valpoort di Indonesia adalah Stefano Lillipaly yang merupakan teman masa kecilnya di Belanda dan tinggal di Amsterdam, bahkan rumah mereka hanya berjarak lima menit. "Aku sudah lama tidak berbicara dengannya, tapi aku pasti mengikuti kabarnya. Dia benar-benar "Tuhan" di Indonesia. Dia telah membuka pintu bagi banyak pemain dan juga mewujudkannya bersama tim nasional," ucapnya.
Bersama Lillipaly, Valpoort selalu meminta saran tentang bagaimana menghadapi ketenaran saat berkarir di Indonesia. Hal tersebut cukup beralasan karena di Belanda ia tidak banyak dikenali orang, sementara di Indonesia banyak pendukung yang selalu meminta foto dan tanda tangan.
"Para pemain adalah pahlawan sejati bagi para penggemar. Saya memahami betul bahwa ini adalah petualangan besar bagi banyak anak laki-laki yang tumbuh di Belanda dan berasal dari Indonesia," tuturnya.
Saat ditanya tentang Timnas Indonesia dan target lolos ke Piala Dunia 2026, Arsenio Valpoort mengatakan bahwa keinginan tersebut bisa terwujud. "Pemain yang dipanggil dari Belanda membawa banyak kualitas dan (Patrick) Kluivert tentunya punya banyak pengalaman. Saya yakin mereka punya peluang untuk lolos."
Melansir Transfermarkt, Arsenio Valpoort bermain sebanyak 11 pertandingan bersama Green Force. Ia hanya mampu mengoleksi satu gol saat laga imbang 2-2 melawan Persela Lamongan.
Arsenio Valpoort

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
