Jawapos.com - Pelatih Persis Solo Ong Kim Swee mengaku tengah kesulitan akibat banyaknya kartu merah yang diterima anak asuhnya dalam delapan pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025 terakhir. Hukuman larangan bermain akibat kartu merah tersebut membuatnya tidak bisa meramu komposisi terbaik untuk diturunkan pada setiap pekan.
Sejak pekan ke-13, Laskar Sambernyawa telah mengumpulkan enam kartu merah yang diterima enam punggawanya. Hal ini membuat mereka melewatkan minimal satu laga dalam delapan pekan terakhir.
Hal tersebut jelas membuat juru latih Persis Solo asal Malaysia ini kelabakan. Absennya para pemain yang dihukum kartu ditambah pemain yang menepi karena cedera, membuat pria 54 tahun itu kesulitan untuk menurunkan skuad yang ideal.
"Ini masalah yang sudah saya jelaskan dari lama dan apabila kita terus mendapat kartu merah tentu itu tidak bagus untuk tim," ucap Ong Kim Swee dalam sesi jumpa pers pasca laga melawan Persija Jakarta, Minggu (26/1).
Dalam laga yang berkesudahan imbang 3-3 itu, kartu merah keenam tercatat bagi Persis Solo. Kali ini diberikan pada Rizky Dwi yang diganjar kartu kuning kedua di menit 83 dan terpaksa absen di laga selanjutnya melawan Madura United.
Parade kartu merah ini dimulai ketika Sutanto Tan dkk. melawat ke markas Persita Tangerang di Indomilk Arena pada pekan ke-13 liga. Dalam pertandingan yang dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 2-0 tersebut, bek Giovani Numberi diusir wasit pada menit 74.
Setelahnya, di pekan ke-15 saat berhadapan dengan PSBS Biak, giliran penyerang jangkung Ramadan Sananta yang mendapat ganjaran kartu. Tidak tanggung-tanggung, ia mendapat kartu merah langsung dan tambahan larangan bermain menjadi tiga pertandingan akibat adanya gerakan tambahan menyikut wajah pemain lawan.
Kemudian, secara berurutan dari pekan ke-17 sampai ke-20, Sutanto Tan, Cleyton, Jordy Tutuarima, dan Rizky Dwi diharuskan mandi lebih cepat oleh wasit.
Perolehan ini menjadikan Persis Solo sebagai salah satu tim dengan koleksi kartu terbanyak diantara seluruh tim di Liga 1 Indonesia musim ini. Apabila dijumlahkan dengan kartu kuningnya, perolehan kartu mereka sebanyak delapan kartu.
Angka yang sama juga dimiliki oleh PSIS Semarang. Terdapat pula Dewa United dan Bali United, hanya saja kedua tim ini lebih banyak mengoleksi kartu kuning yaitu tiga kartu untuk Dewa United dan tujuh kartu untuk Bali United.
Mengingat kerugian yang dirasakan tim, Ong Kim Swee lantas memberikan perhatian penuh untuk kedisiplinan pemainnya. Ia menegaskan telah melakukan perlakuan khusus untuk menghindari persoalan tersebut.
"Beberapa langkah telah dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi perkara-perkara seperti ini yang tentu akan merugikan tim," tegasnya.
Menghindari permainan provokatif yang menjurus pada pemberian kartu harus dihindari oleh para pemain Persis Solo. Hal tersebut tidak lain karena Laskar Sambernyawa harus tampil baik demi keluar dari zona merah.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
