Gilson Costa belum tunjukkan performa terbaiknya hingga layak bertahan lama di Persebaya Surabaya musim depan. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya bisa jadi kehilangan Gilson Costa di bursa transfer awal musim 2025/2026 karena performanya yang tak kunjung membaik. Namun, pengganti yang lebih menarik sudah tersedia dengan status bebas transfer.
Sosok tersebut adalah Vitor Barata, gelandang asal Portugal yang kini membela Persibo Bojonegoro. Performa impresifnya musim ini membuatnya jadi opsi menarik bagi Green Force.
Dalam 14 pertandingan, Barata sukses mencetak 3 gol dan menyumbang 5 assist. Catatan ini jauh lebih baik dibandingkan kontribusi Gilson Costa untuk Persebaya Surabaya.
Peluang Persebaya Surabaya mendatangkan Barata semakin terbuka dengan kontraknya yang segera habis. Kontrak sang gelandang bersama Persibo akan berakhir pada 30 Juni 2025.
Sebelumnya, Persebaya Surabaya sebenarnya sudah mencoba mendatangkannya pada paruh musim lalu. Namun, Barata menolak karena masih terikat kontrak dengan Persibo Bojonegoro.
Kini, situasi berbeda karena Barata bisa didapatkan secara gratis pada awal musim depan. Jika Persebaya Surabaya bergerak cepat, kans mendapatkan tanda tangannya sangat besar.
Selain faktor kontrak, kegagalan Persibo Bojonegoro lolos ke babak 8 besar juga bisa jadi pemicu kepergian Barata. Klubnya bahkan harus berjuang di babak play-off untuk menghindari degradasi.
Persibo sebenarnya tampil dominan di babak grup, tetapi kehilangan tiket 8 besar akibat insiden kontra Deltras FC. Kericuhan yang terjadi membuat mereka kehilangan 3 poin berharga.
Kondisi ini bisa menjadi alasan kuat bagi Barata untuk mencari tantangan baru. Persebaya Surabaya yang tampil di Liga 1 tentu menjadi pilihan lebih menarik bagi gelandang asal Portugal itu.
Apalagi, Paul Munster dikabarkan memang menyukai gaya bermainnya sejak musim lalu. Jika Munster tetap bertahan sebagai pelatih Persebaya Surabaya, peluang merekrut Barata semakin terbuka.
Barata adalah pemain yang memiliki fleksibilitas tinggi di lini tengah. Ia bisa bermain sebagai gelandang serang maupun gelandang box-to-box dengan kemampuan menyerang yang tajam.
Berdasarkan data dari Transfermarkt, Barata memiliki tinggi 1,79 meter dan dominan dengan kaki kanan. Usianya masih 28 tahun, ideal untuk tetap tampil di level tertinggi.
Perjalanan kariernya cukup beragam dengan pengalaman di berbagai liga Eropa dan Asia. Ia pernah membela klub dari Portugal, Yunani, Polandia, hingga Lebanon.
Di Persibo, ia langsung menunjukkan kelasnya dengan catatan gol dan assist yang impresif. Kemampuannya dalam membaca permainan dan mengatur serangan menjadi nilai lebih.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
