Cho Ju-yong (kiri), fisioterapis legendaris yang sempat menangani timnas saat Piala Asia U-23 2024. (Dok. PSSI)
JawaPos.com - Di tengah perjuangan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024 yang lalu, ada sosok yang kerap muncul di pinggir lapangan ketika para pemain mengalami cedera. Berambut tebal, agak gondrong, berkacamata, dan dengan gestur penuh ketegasan—itulah Choi Ju-young, dokter olahraga asal Korea Selatan yang menjadi fisioterapis utama tim.
Choi Ju-young sebenarnya telah berencana untuk meninggalkan skuad setelah fase grup. Namun, pelatih Shin Tae-yong dan Ketua PSSI Erick Thohir berhasil membujuknya untuk tetap tinggal, membuktikan betapa penting perannya bagi tim.
Kiprah Choi Ju-young dalam Dunia Kedokteran Olahraga
Choi bukanlah nama asing dalam dunia medis olahraga. Lahir pada 2 Mei 1952, ia telah berkarier selama puluhan tahun di bidang ini. Pengalamannya mencakup 18 tahun sebagai dokter Timnas Korea Selatan (1994–2012), termasuk saat tim berjaya di Piala Dunia 2002 dengan mencapai semifinal.
Ia kemudian melanjutkan kiprahnya bersama Timnas Vietnam di era kepelatihan Park Hang-seo (2019–2021), sebelum akhirnya bergabung dengan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong. Keahliannya dalam menangani cedera pemain menjadikannya aset berharga di setiap tim yang ia tangani.
Selain berperan di Timnas Indonesia, Choi juga menjabat sebagai Direktur Korea Medicine Sports Center di Korea Selatan. Kliniknya memiliki banyak pasien, termasuk atlet profesional dari berbagai cabang olahraga, yang bergantung pada keahliannya dalam rehabilitasi cedera.
Keputusan Tetap Bertahan di Timnas Indonesia
Pada awalnya, Choi hanya berencana mendampingi Timnas Indonesia U-23 hingga fase grup Piala Asia U-23 2024. Namun, setelah tim berhasil melaju ke perempat final, Shin Tae-yong secara pribadi memintanya untuk tetap tinggal.
Tak hanya Shin Tae-yong, Erick Thohir pun turun tangan dengan menghubungi Choi secara langsung dan membujuknya agar terus bersama tim hingga turnamen berakhir.
“Saya sudah berencana kembali ke Korea Selatan setelah penyisihan grup karena ada banyak pasien dan atlet yang menunggu saya di klinik,” ujar Choi dalam wawancaranya dengan media Korea Selatan, Best Eleven.
Namun, setelah mempertimbangkan permintaan dari Shin dan Erick, Choi akhirnya memutuskan untuk tetap bersama Timnas Indonesia hingga turnamen usai. “Saya sudah menghubungi Korea Medicine Sports Center dan memastikan semua bisa diatur. Saya ingin terus berkontribusi untuk tim ini,” tambahnya.
Komitmen untuk Kesuksesan Timnas Indonesia
Choi Ju-young bukan hanya seorang dokter, tetapi juga sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap setiap tim yang ia dampingi. Di usianya yang telah menginjak 71 tahun, ia masih aktif berperan dalam dunia sepak bola dan memberikan kontribusi besar terhadap kesehatan para pemain.
"Saya bertekad untuk bekerja keras dan membantu tim ini meraih kesuksesan," tegasnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
