Kontrak Aji Santoso bakal habis bulan depan, banyak isu yang menjelaskan bahwa mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut bakal meninggalkan Askar bertuah dan menuju Persebaya Surabaya atau Arema FC.
JawaPos.com- Aji Santoso adalah salah satu nama legendaris dalam sejarah sepak bola Indonesia. Sebagai pemain, ia berhasil meraih banyak kesuksesan pribadi. Tak hanya itu, ia juga membawa Persebaya Surabaya dan PSM Makassar meraih gelar juara Liga Indonesia. Keberhasilan Aji Santoso di dua klub besar ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang sepak bola Indonesia.
Karier Aji Santoso dimulai dengan langkah yang cukup berani. Pada 1995, ia memutuskan pindah dari Arema FC ke Persebaya Surabaya, yang merupakan tim rival dengan biaya transfer yang cukup tinggi pada masanya, yaitu Rp 50 juta. Dengan harga yang cukup mahal tersebut, Aji menjadi pemain rekrutan termahal yang dimiliki Persebaya saat itu. Transfer ini juga menjadi langkah penting dalam menyelamatkan Arema FC dari masalah finansial, karena dana tersebut digunakan untuk membantu kestabilan keuangan tim.
Bergabung dengan Persebaya pada musim 1995, Aji Santoso tampil sebagai wingback kiri dan langsung memberikan dampak besar bagi tim. Kemampuannya melakukan overlap dengan kecepatan dan ketepatan dalam mengirimkan umpan silang menjadi senjata mematikan bagi pertahanan lawan. Persebaya yang dipimpin oleh pelatih legendaris Rusdy Bahalwan saat itu berhasil meraih gelar juara Liga Indonesia 1996/1997.
Pada musim tersebut, Persebaya tidak terkalahkan dalam laga kandang di stadion Gelora 10 Nopember. Green Force juga menjadi tim yang paling produktif dengan mencetak 82 gol selama musim tersebut. Salah satu momen terbaik Aji adalah ketika dia menjadi kapten tim dalam laga final Liga Indonesia 1996/1997 melawan Bandung Raya. Dalam laga tersebut, Aji Santoso berhasil mengeksekusi penalti yang membawa Persebaya unggul 1-0 dan akhirnya menang dengan skor 3-1, serta berhak meraih gelar juara.
Pada 1999, Aji Santoso memutuskan untuk melanjutkan kariernya di PSM Makassar, salah satu klub besar di Indonesia. Di PSM, Aji bergabung dengan pemain-pemain top seperti Hendro Kartiko, Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, dan Carlos de Mello, membentuk skuad yang disebut The Dream Team. PSM yang ingin meraih gelar juara Liga Indonesia tidak segan-segan mendatangkan bintang-bintang terbaik saat itu.
Meskipun hanya satu musim bersama PSM Makassar, Aji Santoso tetap memberikan kontribusi besar. Di musim 1999/2000, PSM Makassar tampil dominan di wilayah timur Liga Indonesia, hanya kalah dua kali sepanjang babak reguler. Mereka berhasil mencetak 41 gol dan meraih 56 poin dari 26 pertandingan. PSM akhirnya lolos ke babak delapan besar yang digelar di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Di final Liga Indonesia 1999/2000, meski Aji Santoso tidak bermain sebagai starter, peran pentingnya tetap terasa. Kurniawan Dwi Yulianto menjadi bintang dengan dua golnya, dan PSM Makassar berhasil mengalahkan PKT Bontang dengan skor 3-2 untuk meraih gelar juara. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa Aji Santoso adalah salah satu pemain yang sangat berpengaruh dalam sejarah sepak bola Indonesia, meskipun tidak selalu tampil di lapangan.
Perjalanan Aji Santoso di Persebaya Surabaya dan PSM Makassar menciptakan peninggalan yang tidak akan terlupakan. Sebagai pemain yang memiliki kecepatan, kelincahan, dan kecerdasan bermain, Aji berhasil membawa kedua tim meraih kesuksesan yang besar. Selain sebagai pemain, Aji juga memberikan pengaruh besar dalam perkembangan sepak bola Indonesia, baik di level klub maupun tim nasional.
Saat ini, Aji Santoso telah pensiun sebagai pemain, tetapi kontribusinya dalam dunia sepak bola Indonesia tetap terasa, baik sebagai pelatih maupun pengamat. Dedikasi dan kerja kerasnya selama bertahun-tahun menjadikannya salah satu legenda sepak bola Indonesia yang akan selalu dikenang oleh penggemar sepak bola di Tanah Air.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
