Dejan Tumbas tunjukkan kualitasnya sebagai pemain serba bisa di lini tengah Persebaya Surabaya usai kalahkan PSM Makassar. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya sukses mencuri tiga poin di kandang PSM Makassar. Green Force menang tipis 1-0 lewat gol semata wayang Francisco Rivera di Gelora B.J. Habibie, Jumat (7/3) malam.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tak ada gol tambahan yang tercipta. Dengan kemenangan ini, Green Force mengantongi 47 poin dan tetap berada di posisi ketiga klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Namun, ada hal menarik yang jadi pembahasan usai laga tersebut. Dejan Tumbas, yang tampil apik, justru mendapatkan rating terendah di antara pemain Persebaya Surabaya lainnya.
Berdasarkan rating yang dirilis kanal Instagram resmi Liga 1, Dejan hanya mendapatkan nilai 6.0. Angka ini jauh di bawah rekan-rekannya yang juga turun sebagai starter.
Berikut adalah rating lengkap pemain Persebaya Surabaya berdasarkan dari dari operator Liga 1:
Ernando Ari: 8.6
Ardi Idrus: 6.7
Dime Dimov: 7.1
Slavko Damjanovic: 7.3
Arief Catur Pamungkas: 6.9
Dejan Tumbas: 6.0
Mohammed Rashid: 7.3
Bruno Moreira: 8.0
Mikael Tata: 6.4
Rizky Dwi: 7.0
Francisco Rivera: 7.9
Pemain pengganti:
Kasim Botan: 6.5
Randy May: -
Flavio Silva: -
Padahal, pelatih Paul Munster memuji penampilan Dejan Tumbas di laga ini. Menurutnya, Dejan bermain sesuai strategi yang diterapkan tim.
“Ini hanya bagian dari strategi, kami melakukan rotasi, malam ini saya rasa melakukan 4 sampai 5 pergantian pemain pada starting line up, pada paruh pertama dan babak kedua,” kata Munster.
“Dejan, saya punya beberapa opsi untuknya untuk bermain di beberapa posisi. Tapi saya tidak fokus ke satu pemain saya, saya fokus kepada tim.”
“Dan ini kemenangan besar bagi tim, dan ya pemain punya momentum untuk melanjutkan tren positif, dan mereka punya standar taktikal, dan itu bagus untuk Dejan, tapi secara keseluruhan tim bermain bagus,” tambahnya.
Jadi, mengapa rating Dejan Tumbas bisa serendah itu meskipun mendapat pujian dari sang pelatih? Untuk menjawab ini, kita perlu melihat lebih dalam dari perspektif football analytics.
Sebagian besar analisis sepak bola didasarkan pada data event yang berkaitan dengan bola. Artinya, data mengukur apa yang dilakukan pemain ketika mereka menguasai bola.
Misalnya, apakah pemain melakukan umpan? Apakah dia menembak? Apakah dia melakukan tekel?

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
