Gelandang Persebaya Dejan Tumbas saat berduel dengan pemain PSIS Semarang. Green Force tercatat paling banyak kena denda. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya mencatatkan rekor yang kurang menyenangkan di Liga 1 Indonesia 2024/2025. Klub berjuluk Green Force itu masuk dalam daftar tiga besar tim dengan denda terbanyak musim ini.
Total denda yang harus dibayar Persebaya Surabaya mencapai Rp 315 juta. Jumlah tersebut terdiri dari Rp 290 juta akibat hukuman kepada pemain atau tim dan Rp 25 juta untuk panitia pelaksana pertandingan.
Berdasarkan data dari akun Instagram @panditfootball, hanya Persib Bandung dan Persija Jakarta yang memiliki denda lebih besar dari Persebaya Surabaya. Persib menempati urutan pertama dengan total denda Rp 635 juta, sedangkan Persija berada di posisi kedua dengan Rp 475 juta.
Dari jumlah total denda Persebaya Surabaya, hampir semuanya berasal dari pelanggaran yang dilakukan oleh pemain atau tim. Hanya Rp 25 juta yang merupakan sanksi terhadap panitia pelaksana pertandingan Green Force.
Di bawah Persebaya Surabaya, ada Bali United yang juga masuk daftar lima besar tim dengan denda terbesar. Bali United harus membayar Rp 250 juta, dengan rincian Rp 200 juta untuk pemain atau tim dan Rp 50 juta untuk panpel.
Menariknya, masih ada satu tim yang jadi sorotan dalam data yang beredar. Posisi kelima yang tercantum dalam laporan juga menyebut nama PSM Makassar dengan total denda Rp 190 juta, tetapi tanpa denda untuk panpel.
Hukuman-hukuman ini menjadi perhatian serius bagi manajemen Persebaya Surabaya. Mereka harus mencari cara agar denda-denda serupa tidak terus berulang di tujuh laga tersisa musim ini.
Persebaya Surabaya sendiri masih memiliki tiga pertandingan kandang di Stadion Gelora Bung Tomo. Laga-laga tersebut melawan Madura United pada 20 April, Semen Padang pada 11 Mei, dan Bali United pada 24 Mei.
Tiga laga kandang itu harus menjadi fokus bagi panpel Persebaya Surabaya agar bisa meminimalkan potensi denda tambahan. Kedisiplinan pemain di lapangan juga menjadi kunci agar Green Force tidak lagi terkena sanksi berat.
Sementara itu, Persebaya Surabaya tetap menjalani persiapan intensif untuk menghadapi laga-laga tersisa. Setelah bermain imbang 1-1 melawan PSIS Semarang pada 12 Maret, mereka akan bertemu Persija Jakarta pada 12 April.
Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menegaskan timnya akan memanfaatkan jeda panjang ini dengan baik. Ia telah menyiapkan program individu bagi para pemain agar tetap berada dalam kondisi terbaik.
Munster ingin memastikan timnya tidak kehilangan momentum saat kembali berlaga. Dengan tujuh pertandingan tersisa, Persebaya Surabaya masih memiliki peluang besar untuk menutup musim dengan hasil maksimal.
“Ya kita punya program (karena Liga 1 libur satu bulan), pemain akan libur, kami akan siapkan individual program, dan kita punya waktu untuk persiapan untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Munster.
Tentu saja, denda besar ini menjadi tamparan bagi Persebaya Surabaya agar lebih disiplin di dalam dan luar lapangan. Mereka tak ingin terus kehilangan uang hanya karena kelalaian yang bisa dihindari.

Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
