Evan Dimas memiliki perjalanan berliku sebagai wonderkid Indonesia hingga pemilik saham klub Liga 3. (Dok. Evan Dimas)
JawaPos.com — Nama Evan Dimas Darmono pernah begitu dielu-elukan sebagai harapan masa depan sepak bola Indonesia. Ia adalah sosok gelandang muda bertalenta dengan visi bermain tajam dan ketenangan luar biasa sejak usia remaja.
Publik pertama kali mengenal Evan secara luas saat ia membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 tahun 2013. Lima golnya dalam turnamen itu jadi sorotan nasional dan membuat namanya langsung melejit.
Sejak itu, Evan disebut-sebut sebagai “the next big thing” dalam dunia sepak bola Tanah Air. Kariernya pun meroket hingga menjadi pilar Timnas senior di berbagai ajang besar.
Ia tampil konsisten di Piala AFF 2014 hingga Asian Games 2018 dan menjadi andalan lini tengah Garuda. Ketekunannya di lapangan membuatnya dikenal sebagai pemain yang tak hanya piawai, tapi juga berjiwa pemimpin.
Namun waktu berjalan, dan tantangan datang silih berganti dalam perjalanan karier Evan Dimas. Cedera dan penurunan performa mulai memengaruhi kualitas permainannya secara signifikan.
Di level klub, performanya ikut menurun, meski sempat memperkuat tim-tim besar seperti Bhayangkara FC dan Arema FC. Ia juga sempat merantau ke Malaysia membela Selangor FA, meski tak berlangsung lama.
Musim 2024/2025 menjadi titik terendah karier sepak bola Evan sebagai pemain. Bersama Persik Kediri, ia hanya tampil satu kali selama 22 menit saat melawan PSBS Biak pada 28 September 2024.
Pada 1 Januari 2025, Persik resmi memutus kontraknya dan membuat masa depan Evan jadi tanda tanya. Banyak yang berspekulasi ia akan banting setir menjadi pelatih atau komentator.
Namun teka-teki tersebut terjawab secara mengejutkan saat Persiba Balikpapan mengumumkan kabar resmi melalui Instagram. Evan Dimas kini menjadi salah satu stakeholder klub yang berkompetisi di Liga 3.
Dalam unggahan tersebut, Evan terlihat hadir di sesi latihan tim, berbincang dengan manajemen, serta memberi motivasi kepada pemain muda.
Meski jabatan resminya belum diumumkan, jelas ia memegang peran penting dalam struktur klub.
Langkah ini menandai transformasi besar dalam perjalanan karier Evan Dimas dari lapangan hijau ke ruang manajemen. Ia tak lagi berseragam dan berlari mengejar bola, tapi berkontribusi lewat strategi dan visi di balik layar.
Keputusannya ini menuai banyak apresiasi dari pencinta sepak bola Indonesia. Sebab tidak banyak mantan pemain besar yang bersedia turun langsung membangun klub di level akar rumput seperti Liga 3.
Evan seolah membuktikan kontribusi terhadap sepak bola tak harus lewat tendangan dan assist. Ia memilih jalur berbeda, namun tetap berdampak bagi perkembangan olahraga yang telah membesarkan namanya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
