Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 April 2025 | 18.25 WIB

Nestapa Pemain Timnas Indonesia Sandy Walsh di Liga Jepang: Mulai Jadi Camat hingga Tempati Posisi Buncit Bersama Yokohama F Marinos

Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, sedang mengalami kesulitan bersama Yokohama F. Marinos. (Instagram/@sandywalsh) - Image

Bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, sedang mengalami kesulitan bersama Yokohama F. Marinos. (Instagram/@sandywalsh)

JawaPos.com - Sepak terjang Sandy Walsh di Liga Jepang tampaknya menemui jalan terjal. Pasalnya, bek Timnas Indonesia itu sedang mengalami masa sulit bersama klubnya, Yokohama F Marinos.

Jalan berliku Sandy Walsh dimulai saat dirinya mulai kehilangan tempat dalam posisi reguler di tim utama Yokohama F Marinos. Sebagai bukti, dia hanya duduk manis di bangku cadangan dalam lima pertandingan beruntun Liga Jepang.

Sandy Walsh tercatat hanya menjadi penghangat bangku cadangan pada pertandingan melawan Tokyo Verdy (5/4), Kawasaki Frontale (9/4), Avispa Fukuoka (12/4), Shimizu S-Pulse (16/4), dan Urawa Reds (20/4). 

Padahal, pemain berusia 30 tahun itu sempat jadi andalan bagi Yokohama F Marinos dengan tampil lima kali di delapan laga awal Liga Jepang 2025. Selain itu, performanya dalam menggalang lini pertahanan timnya sejatinya cukup menjanjikan.

Selain itu, Sandy Walsh juga jadi andalan Yokohama F Marinos di ajang bergengsi sekelas AFC Champions League Elite 2024/2025. Di ajang tersebut, bek keturunan Surabaya ini tampil sebanyak tiga kali sebagai starter, yakni melawan Shanghai Port di laga terakhir fase grup dan di dua leg babak 16 besar.

Belum diketahui apa alasan Yokohama F Marinos tak memainkan Sandy Walsh di lima laga terakhirnya di ajang Liga Jepang 2025. Lalu, cobaan tidak hanya sampai situ, sehari setelah keok dari Urawa Reds, Yokohama F Marinos memecat Steve Holland dari kursi pelatih, figur yang berjasa mendatangkan Sandy Walsh di awal musim ini.

Holland pula yang menurunkan status Sandy Walsh menjadi pemain cadangan Yokohama F Marinos dalam empat laga berturut-turut Liga Jepang sebelum didepak.

Pelatih berusia 55 tahun itu nyatanya hanya bertahan selama empat bulan di Liga Jepang setelah cuma melalui 11 pertandingan. Yokohama yang tergabung di City Football Group (CFG) yang juga menaungi Manchester City memecat Holland pada Rabu (18/4/2025).

Keputusan itu diambil lantaran Holland hanya menang satu kali dalam 12 pertandingan Liga Jepang. Hasil buruk tersebut membuat Yokohama berada di posisi terbawah, yang berarti masuk zona degradasi.

"Kami mengumumkan bahwa klub telah mengakhiri kontrak dengan manajer Steve Holland, efektif 18 April 2025," demikian pernyataan Yokohama F Marinos.

"Dimulai dari latihan hari ini, pelatih Patrick Kisnorbo telah mengambil alih sebagai manajer sementara tim," lanjut klub.

Pemecatan Holland sebagai nakhoda Yokohama kini bak seperti dua mata pisau bagi Walsh. Di satu sisi, posisinya bisa menjadi lebih baik. Namun, tidak menutup kemungkinan, dirinya juga bisa menjadi 'cadangan mati alias camat' di bangku cadangan.

Praktis, situasi ini membuat keresahan yang cukup mendalam bagi para penggemar Timnas Indonesia. Pasalnya, para penggemar masih dihantui dengan ‘kekejaman’ dan ‘perlakuan tak sedap’ klub-klub Jepang terhadap para penggawa Merah Putih.

Nama-nama seperti Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, hingga Pratama Arhan jarang mendapat kesempatan bermain. Arhan yang hampir dua tahun membela Tokyo Verdy, tercatat hanya tampil empat kali dengan total menit bermain sebanyak 255 menit saja.

Ketakutan pendukung Timnas Indonesia terhadap nasib idolanya di Jepang berlanjut ke sosok Justin Hubner yang bergabung Cerezo Osaka dengan status pinjaman pada Maret 2024.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore