Muhammad Hidayat. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com- Persebaya Surabaya resmi mengumumkan perpisahan dengan Muhammad Hidayat atau yang akrab disapa Dayat menjelang laga pamungkas Liga 1 Indonesia musim ini kontra Bali United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (23/5) malam.
Manajemen klub mengajak para Bonek suporter setia Persebaya untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah menjadi ikon dan simbol loyalitas dalam sejarah Green Force.
Dayat telah membela Persebaya sejak 2017, saat klub ini kembali ke pentas sepak bola nasional. Ia merupakan satu-satunya pemain yang bertahan setia di skuad Green Force sejak era Liga 2 hingga kini, mencatatkan 161 penampilan resmi. Peran Dayat di lini tengah bukan hanya soal ketangguhan di lapangan, tetapi juga menjadi representasi semangat dan dedikasi tinggi, yang sangat dihargai oleh Bonek dan jajaran klub.
Sayang, perjalanan Dayat di musim ini tidak mulus akibat cedera lutut yang dideritanya sejak Maret 2024. Setelah menjalani operasi pada April, ia baru bisa kembali masuk skuad dalam dua pertandingan terakhir, meski hanya sebagai pemain cadangan. Cedera tersebut membuatnya kehilangan posisi utama dalam tim, namun semangat juangnya tetap menjadi inspirasi.
Manajemen Persebaya memilih untuk tidak memperpanjang kontrak Dayat demi memberi kesempatan baginya mendapatkan menit bermain yang cukup di klub baru musim depan. Sebagai bentuk penghormatan, Dayat dipercayakan menjadi kapten dalam laga terakhir menghadapi Bali United.
Asisten pelatih Uston Nawawi menegaskan keputusan itu sebagai wujud apresiasi atas jasa dan loyalitas Dayat selama ini.
"Saya sangat menghargai kontribusi Dayat. Dia adalah pemain andalan yang sudah berjuang keras bersama kami, terutama saat menyelamatkan Persebaya dari ancaman degradasi musim lalu," kata Uston Nawawi.
Sementara itu, Dayat mengaku bangga dan bersyukur bisa menutup babak kariernya di Persebaya dengan kesempatan tampil kembali setelah melewati masa sulit cedera. Ia tetap fokus memberikan performa terbaik pada pertandingan terakhirnya sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para pendukung setianya.
"Alhamdulillah, saya sudah berlatih dengan baik bersama coach Uston dan berharap bisa tampil maksimal nanti. Terima kasih untuk Bonek yang selalu mendukung saya, baik di saat senang maupun susah," ujar Dayat penuh haru.
Selain Dayat, musim ini juga menjadi titik perpisahan dengan beberapa pemain asing lain yang memilih hengkang setelah membawa Persebaya meraih prestasi gemilang, termasuk juara beruntun di kompetisi lokal.
Sebagai penggantinya, manajemen sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah pemain baru, baik dari Brasil maupun Argentina, serta beberapa talenta lokal seperti Saddil Ramdani dan Alfendra Dewangga, untuk memperkuat skuad musim depan.
Persebaya saat ini berada di posisi keempat klasemen Liga 1 dengan 56 poin, hasil dari 15 kemenangan, 11 hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Sementara Bali United menempati posisi ke-10 dengan 47 poin.
Laga terakhir ini diprediksi akan berjalan emosional, mengingat banyak momen yang telah dibangun Dayat bersama tim selama hampir satu dekade.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
