Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menyandang ban kapten saat NEC Nijmegen melawan Ajax Amsterdam Sumber foto: (X/@necnijmegen)
JawaPos.com - Calvin Verdonk, bek andalan Timnas Indonesia yang bermain untuk NEC Nijmegen, mendapat teguran keras dari keluarga besarnya setelah menunjukkan perilaku tidak sportif dalam laga melawan FC Twente. Pemain berusia 25 tahun itu tertangkap kamera melakukan aksi kasar dan bahkan melempar ban kapten di menit-menit akhir pertandingan yang berlangsung panas.
Insiden yang terjadi di pengujung laga ini membuat keluarga Verdonk langsung bereaksi keras. Melalui pesan WhatsApp dan telepon, mereka menyampaikan kekecewaan mendalam atas tindakan yang dinilai tidak mencerminkan karakter sesungguhnya dari sang defender.
"Saya melihat di ponsel saya, dan saya telah menerima berbagai macam pesan dari keluarga. 'Apa yang kamu lakukan?', dan 'Itu sama sekali bukan kamu', hal-hal semacam itu," ungkap Verdonk dalam wawancara dengan media Belanda, Forza NEC.
Emosi yang Meledak di Saat Krusial
Kejadian ini bermula dari frustrasi Verdonk terhadap taktik time-wasting yang dilakukan pemain FC Twente di menit-menit akhir. NEC Nijmegen, yang saat itu sedang berusaha mengejar hasil, merasa dirugikan dengan aksi pembuangan waktu lawan yang dinilai berlebihan.
Situasi semakin memanas ketika wasit hanya memberikan tambahan waktu satu menit, padahal banyak waktu yang terbuang akibat aksi delay game dari pemain Twente. Kombinasi frustrasi dan tekanan untuk meraih hasil positif akhirnya membuat emosi Verdonk meledak.
Pengakuan Jujur dan Refleksi Diri
Dalam pengakuannya yang jujur, Verdonk tidak mencoba mencari pembenaran atas tindakannya. Dia mengakui bahwa emosinya tidak terkontrol dan hampir membuat dirinya mendapat kartu merah yang bisa berakibat fatal untuk musim depan.
"Sejujurnya, saya bisa saja tidak akan peduli. Pertandingan hampir berakhir. (Tetapi) Saya hanya akan melukai diri sendiri, karena saya akan diskors musim depan. Apa yang saya lakukan tidak benar," ungkap Verdonk dengan nada menyesal.
Bek keturunan Indonesia-Belanda itu menyadari bahwa tindakannya bisa berdampak negatif tidak hanya untuk dirinya secara personal, tetapi juga untuk tim. Kartu merah di pengujung musim bisa berarti sanksi yang akan terbawa ke musim berikutnya, sesuatu yang sangat merugikan baik untuk NEC Nijmegen maupun untuk karier internasionalnya bersama Timnas Indonesia.
Yang paling mengejutkan dari insiden ini adalah momen ketika Verdonk melempar ban kapten yang sedang dipakainya. Aksi ini menunjukkan betapa frustrasinya sang pemain, namun juga mencerminkan kedewasaan ketika dia menyadari kesalahannya.
"Sungguh menjengkelkan dan menjengkelkan apa yang mereka lakukan," kata Verdonk menjelaskan perasaannya saat itu terhadap taktik time-wasting FC Twente.
Namun, yang membuat situasi ini berbeda adalah reaksi cepat dari keluarga Verdonk. Tidak sampai berselang lama setelah pertandingan, ponsel sang pemain sudah dibanjiri pesan dari berbagai anggota keluarga yang mengekspresikan kekecewaan mereka.
"Hanya saja pada saat seperti itu, Anda tidak benar-benar berpikir. Saya membalas kembali (ke keluarga), saya akan memperhatikannya, dan saya harus bersikap baik di (depan kamera) televisi," ungkap Verdonk menjelaskan responnya terhadap teguran keluarga.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
