
Kevin Diks. (dok. Timnas Indonesia)
JawaPos.com-Bek serba bisa kesayangan Tanah Air Kevin Diks, kembali membuka suara mengenai posisi terbaik di lapangan hijau. Pemain berdarah Belanda yang kini memperkuat Timnas Indonesia ini mengaku bahwa bermain sebagai bek tengah adalah posisi yang paling membuatnya merasa nyaman dan dapat menampilkan performa terbaik.
Pengalaman bermain sebagai bek tengah didapatkan Diks ketika masih membela FC Copenhagen. Di klub Denmark tersebut, sosok yang lahir pada 1996 ini menjadi tulang punggung pertahanan dan andalan utama dalam menjaga jantung pertahanan tim.
Perannya sebagai bek tengah di klub yang meraih double winner musim lalu, membuatnya berkembang pesat dan menjadi pemain yang sangat diandalkan pelatih.
Namun, kondisi berbeda harus dihadapi Diks ketika tampil bersama Timnas Indonesia. Pada era Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert, mantan pemain Fiorentina ini ditempatkan sebagai bek sayap kanan. Keputusan ini berdasar pertimbangan kedalaman skuat dan komposisi tim.
Posisi bek tengah di Timnas Indonesia saat ini telah dihuni sejumlah pemain muda berbakat. Rizky Ridho, Jay Idzes, Mees Hilgers, hingga Justin Hubner, menjadi pilihan utama Patrick Kluivert untuk mengawal lini pertahanan tengah.
Pemain-pemain ini telah menunjukkan performa yang konsisten dan memiliki karakteristik yang sesuai dengan filosofi permainan yang diterapkan.
Meski demikian, Diks menunjukkan sikap profesional dan fleksibel dalam merespons situasi ini. Dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Fohlen Hautnah, pemain yang pernah memperkuat Vitesse dan ADO Den Haag ini menjelaskan kemampuan adaptasinya di berbagai posisi pertahanan.
"Saya dapat bermain di hampir semua posisi bertahan. Bek kanan dan bek kiri, bek tengah, atau bahkan di lini tengah, sebagai pemain nomor enam," ungkap Diks dengan penuh keyakinan.
Pernyataan ini menunjukkan fleksibilitas dan kualitas teknis yang dimilikinya sebagai pemain sepakbola modern. Kemampuan beradaptasi di berbagai posisi ini tentu menjadi nilai tambah besar bagi Diks, baik di level klub maupun timnas.
Dalam sepak bola modern, pemain yang mampu mengisi beberapa posisi dengan baik sangat dibutuhkan pelatih untuk memberikan variasi taktik dan solusi ketika menghadapi situasi tertentu. Meskipun dapat bermain di berbagai posisi, Diks tetap memiliki preferensi pribadi terkait posisi yang membuatnya paling nyaman.
"Namun, saat ini saya merasa paling nyaman di posisi bek tengah. Baik itu dalam skema empat bek atau tiga bek, tidak ada masalah, yang terpenting saya bermain," jelas Diks.
Sikap profesional Diks terlihat jelas ketika dia menegaskan bahwa dirinya akan selalu siap bermain di posisi manapun demi kepentingan tim.
"Saya fleksibel dan menempatkan diri saya untuk melayani tim," ujar dia dengan tegas.
Mentalitas seperti ini tentunya sangat diperlukan dalam sepakbola tim, di mana kepentingan kolektif harus diutamakan di atas kepentingan individu.
Selain membahas posisi bermain, Diks juga mengungkapkan rasa bangga dan kehormatan yang luar biasa karena menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di Liga Jerman. Pencapaian bersejarah ini diraihnya setelah resmi bergabung dengan Borussia Monchengladbach pada bursa transfer musim panas lalu.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
