
WASPADA AREMA FC: Paul Munster minta Toni Firmansyah untuk terlibat dalam Derbi Jawa Timur antisipasi kebangkitan Arema FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Timnas Indonesia U-23 masih menyisakan pekerjaan rumah besar jelang laga penentuan melawan Malaysia U-23 di Grup A Piala AFF U-23 2025. Kemenangan 1-0 atas Filipina U-23 belum cukup meyakinkan publik, terutama soal efektivitas lini serang Garuda Muda yang dinilai masih tumpul.
Menariknya, di tengah kritik terhadap daya gedor Timnas Indonesia, nama Toni Firmansyah mulai mencuat sebagai solusi instan.
Gelandang muda Persebaya Surabaya itu dinilai bisa menjadi senjata rahasia jika diberi kebebasan lebih untuk bermain ofensif.
Toni tampil penuh dalam dua laga melawan Brunei Darussalam dan Filipina dengan peran dominan di lini tengah.
Namun, statistik membuktikan pemain 20 tahun itu punya kapasitas menyerang yang belum dimaksimalkan pelatih Gerald Vanenburg.
Dalam dua laga, Toni mencatat satu assist dan dua key pass yang jadi bukti kontribusi pentingnya dalam membangun serangan.
Selain itu, ia punya satu tembakan tepat sasaran dengan tingkat akurasi tembakan mencapai 100 persen.
Meski fokus utamanya sebagai pemutus serangan lawan, Toni terbukti memiliki naluri menyerang yang bisa dimaksimalkan melawan Malaysia.
Situasi ini bisa menjadi opsi berani Vanenburg untuk mendorong Toni sedikit lebih ke depan dalam skema permainan.
Sebagai pemain yang aktif dalam build-up, Toni mengoleksi 131 operan sukses dengan akurasi 91 persen.
Angka ini menunjukkan ketenangan dan kecerdasannya dalam menjaga ritme permainan dari lini tengah.
Namun, menariknya akurasi umpan Toni di wilayah pertahanan lawan justru menurun menjadi 55 persen. Hal ini mengindikasikan pergerakannya belum terlalu agresif dalam mengeksplorasi lini sepertiga akhir lapangan.
Dengan masalah tumpulnya lini depan Timnas Indonesia U-23 yang kembali terlihat saat melawan Filipina, perubahan peran Toni bisa menjadi jawaban.
Terlebih, satu-satunya gol saat itu tercipta bukan dari situasi open play, melainkan hasil lemparan jauh Robi Darwis yang berujung gol bunuh diri.
Indonesia menguasai 66 persen bola dan melepaskan 17 tembakan, tapi hanya tujuh yang tepat sasaran. Sayangnya, tidak satu pun dari shot on target tersebut berbuah gol karena penampilan gemilang kiper Filipina, Nicholas Guimaraes.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
