Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 Juli 2025 | 05.39 WIB

Wonderkid Persebaya Surabaya Toni Firmansyah Bisa Jadi Kunci! Solusi Mesin Gol Timnas Indonesia U-23 Jelang Lawan Malaysia di Piala AFF

WASPADA AREMA FC: Paul Munster minta Toni Firmansyah untuk terlibat dalam Derbi Jawa Timur antisipasi kebangkitan Arema FC. (Persebaya Surabaya) - Image

WASPADA AREMA FC: Paul Munster minta Toni Firmansyah untuk terlibat dalam Derbi Jawa Timur antisipasi kebangkitan Arema FC. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Timnas Indonesia U-23 masih menyisakan pekerjaan rumah besar jelang laga penentuan melawan Malaysia U-23 di Grup A Piala AFF U-23 2025. Kemenangan 1-0 atas Filipina U-23 belum cukup meyakinkan publik, terutama soal efektivitas lini serang Garuda Muda yang dinilai masih tumpul.

Menariknya, di tengah kritik terhadap daya gedor Timnas Indonesia, nama Toni Firmansyah mulai mencuat sebagai solusi instan.

Gelandang muda Persebaya Surabaya itu dinilai bisa menjadi senjata rahasia jika diberi kebebasan lebih untuk bermain ofensif.

Toni tampil penuh dalam dua laga melawan Brunei Darussalam dan Filipina dengan peran dominan di lini tengah.

Namun, statistik membuktikan pemain 20 tahun itu punya kapasitas menyerang yang belum dimaksimalkan pelatih Gerald Vanenburg.

Dalam dua laga, Toni mencatat satu assist dan dua key pass yang jadi bukti kontribusi pentingnya dalam membangun serangan.

Selain itu, ia punya satu tembakan tepat sasaran dengan tingkat akurasi tembakan mencapai 100 persen.

Meski fokus utamanya sebagai pemutus serangan lawan, Toni terbukti memiliki naluri menyerang yang bisa dimaksimalkan melawan Malaysia.

Situasi ini bisa menjadi opsi berani Vanenburg untuk mendorong Toni sedikit lebih ke depan dalam skema permainan.

Sebagai pemain yang aktif dalam build-up, Toni mengoleksi 131 operan sukses dengan akurasi 91 persen.

Angka ini menunjukkan ketenangan dan kecerdasannya dalam menjaga ritme permainan dari lini tengah.

Namun, menariknya akurasi umpan Toni di wilayah pertahanan lawan justru menurun menjadi 55 persen. Hal ini mengindikasikan pergerakannya belum terlalu agresif dalam mengeksplorasi lini sepertiga akhir lapangan.

Dengan masalah tumpulnya lini depan Timnas Indonesia U-23 yang kembali terlihat saat melawan Filipina, perubahan peran Toni bisa menjadi jawaban.

Terlebih, satu-satunya gol saat itu tercipta bukan dari situasi open play, melainkan hasil lemparan jauh Robi Darwis yang berujung gol bunuh diri.

Indonesia menguasai 66 persen bola dan melepaskan 17 tembakan, tapi hanya tujuh yang tepat sasaran. Sayangnya, tidak satu pun dari shot on target tersebut berbuah gol karena penampilan gemilang kiper Filipina, Nicholas Guimaraes.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore