Hendro Susilo jadi satu-satunya pelatih lokal yang akan berjuang di Super League 2025/2026. (Media Malut United)
JawaPos.com — Teka-teki siapa yang akan menjadi pelatih kepala Malut United akhirnya terjawab. Klub berjuluk Laskar Kie Raha itu resmi menunjuk Hendro Susilo sebagai juru taktik untuk Super League 2025/2026.
Menariknya, Hendro menjadi satu-satunya pelatih lokal yang dipercaya menangani tim di kasta tertinggi musim ini. Fakta itu jelas menjadi sorotan di tengah dominasi pelatih asing di Super League.
“Sebuah kebanggan bagi saya dipercaya untuk memimpin tim yang begitu dicintai pendukungnya,” kata pelatih kelahiran Bukittinggi itu. “Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk Malut United.”
Penunjukan Hendro Susilo menandai akhir dari penantian lebih dari sebulan sejak Malut United berpisah dengan pelatih sebelumnya, Imran Nahumarury.
Sejak 16 Juni, manajemen klub menutup rapat nama calon pelatih sebelum akhirnya meresmikan Hendro pada 24 Juli 2025.
Pelatih berusia 59 tahun itu memulai pekerjaannya bersama Malut United saat pemusatan latihan di Yogyakarta, akhir Juli lalu. Di tahap awal, Hendro langsung fokus membangun chemistry antarpemain dan menggelar sejumlah uji coba.
“Pada tahap awal persiapan, kami fokus membangun chemistry para pemain. Selain itu, kami juga menjalani sejumlah uji coba dengan menurunkan susunan pemain yang berbeda untuk menguji kekuatan tim,” ucap Hendro Susilo, 24 Juli 2025.
Ia juga menekankan pentingnya soliditas sejak awal agar bisa bersaing ketat di Super League musim ini.
Sepanjang kariernya, Hendro Susilo telah melatih 9 klub berbeda. Mulai dari PS Sumbawa, PSPS Pekanbaru, Persiraja Banda Aceh, Semen Padang, PSCS Cilacap, PSBS Biak, hingga Sriwijaya FC.
Hendro dikenal sebagai pelatih yang konsisten dengan gaya bermain disiplin dan defensif. Ia merupakan pemegang lisensi kepelatihan Pro AFC dan mengusung formasi andalannya, 4-3-3 defending.
Salah satu pencapaian terbaik Hendro adalah saat membawa Persiraja promosi ke Liga 1 Indonesia 2020. Selain itu, ia juga tercatat sukses menyelamatkan Semen Padang (2021) dan Sriwijaya FC (2023) dari ancaman degradasi di Liga 2.
Pengalamannya juga lengkap dengan peran sebagai asisten pelatih di klub besar seperti Persija Jakarta dan Sriwijaya FC. Bahkan, ia sempat melatih tim nasional Indonesia U-18 serta membawa tim PON DKI Jakarta di awal kariernya.
Karier Hendro memang naik-turun, namun komitmennya tak pernah surut. Dalam catatan profesionalnya, ia rata-rata hanya bertahan 0,69 tahun per klub, namun mampu memberi dampak positif dalam waktu singkat.
Di Malut United, Hendro tak bekerja sendiri. Ia didukung staf pelatih lainnya dalam memoles skuad yang telah banyak berubah sejak akhir musim lalu.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
