
Mantan Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-Yong menyapa supporter saat tiba di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Minggu (26/01/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong akhirnya buka suara mengenai pemecatan yang dilakukan oleh PSSI terhadap dirinya sebagai pelatih Timnas Indonesia. Dia membantah soal masalah komunikasi terjadi dalam skuad Garuda.
Ungkapan itu dikatakan oleh Shin Tae-yong dalam sebuah siniar di kanal YouTube Jekpot, yang juga diketahui merupakan milik penerjemah STY, Jeong Seok Seo alias Jeje. Juru taktik asal Korea Selatan itu bahkan berani bersumpah kalau dia merasa tidak mengalami masalah dalam komunikasi.
"Maksudnya alasan pergantian pelatih itu. Katanya karena masalah komunikasi di ruang ganti?" tanya Jeje mengawali pembicaraan, dipetik Rabu (13/8).
Shin Tae-yong kemudian menjawab pertanyaan Jeje soal sang penerjemah sebenarnya tahu apa yang terjadi sebenarnya. Dia lalu memberikan penjelasan secara utuh.
Shin Tae-yong mengatakan, selama memegang tanggung jawab sebagai pelatih Timnas Indonesia, dia sama sekali tidak memiliki kendala dalam komunikasi, baik ke pemain, staf dan seluruh orang yang terlibat di sana.
"Bukannya kamu lebih tahu? Soal itu, kalau memang ada masalah, saya terima diberhentikan," terang Shin Tae-yong.
"Tapi sampai detik ini saya diberhentikan, enggak ada masalah sama sekali. Serius saya bersumpah. Saya bersumpah meski diancam dibunuh," tambahnya.
Shin Tae-yong juga meluruskan soal isu yang menyebut ada dinamika ketika Garuda bertandang ke Bahrain dan Tiongkok dalam laga putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Menurutnya, sama sekali tidak ada masalah internal yang membelanggu Jay Idzes dan kawan-kawan di dua laga tersebut.
"Waktu ke Bahrain, tidak ada masalah, waktu ke Tiongkok juga. Enggak ada masalah sama sekali. Tapi saya pun bingung kenapa bisa ada rumor itu," katanya dengan bingung.
Eks pelatih Timnas Korea Selatan itu mengatakan, apabila memang ada masalah, tentu dua penerjemahnya merasa sungkan untuk menjelaskan kepada dirinya. Tapi sampai saat ini hal tersebut tidak pernah terjadi, dan mereka kuat dia selalu bersifat terbuka.
"Pemain-pemain naturalisasi juga. Enggak pernah komplain urusan komunikasi ke kami. Karena komunikasi kami lancar," jelasnya.
Lebih lanjut, pelatih berusia 54 tahun itu juga mempertanyakan sikap salah satu Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang tidak ia sebutkan namanya. Ia menilai, ada anggota Exco yang kerap membicarakan hal yang tidak benar dan terkesan mengada-ada.
"Tapi saya heran, kenapa malah bahas itu terus dan mengada-ada. Apalagi (anggota Exco) itu kan. Dia bohong aneh-aneh. Harusnya enggak boleh mengarang cerita apalagi sampai merugikan orang lain. Kita harus jujur," tutupnya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
