Foto: Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza dalam jumpa pers melawan Persis Solo. (Dok: Persija)
JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza berbicara jujur mengenai kepemimpinan wasit dalam duel melawan Malut United FC. Ia mengkritik banyaknya keputusan nyeleneh dari Rio Permana Putra selaku pengadil lapangan sehingga merusak permainan duel tadi malam.
Persija Jakarta berbagi poin dengan Malut United FC dalam pertandingan pekan ketiga Super League 2025/2026. Kedua tim harus puas dapat satu angka usai bermain sama kuat 1-1 di Jakarta International Stadium (JIS) pada Sabtu (23/8) sore.
Dua gol tersebut tercipta pada babak kedua. Tepatnya setelah Persija bermain dengan 10 pemain akibat Ilham Rio Fahmi yang dikartu merah pada menit ke-59.
Malut United FC mampu unggul lebih dulu lewat tendangan spektakuler Yance Sayuri pada menit ke-72. Namun Persija berhasil menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian lewat Maxwell Souza.
Mauricio Souza selaku pelatih Persija Jakarta, mengaku puas dengan hasil imbang ini. Sebab para pemain menunjukkan performa apik, terutama ketika hanya bermain dengan 10 orang.
Pelatih asal Brasil lebih menyoroti kinerja wasit ketimbang performa pemain. Sebab menurut Souza pengadil lapangan tadi malam lebih banyak menghentikan permainan.
"Izinkan saya bicara jujur. Saya melihat adanya profesionalisasi dalam sepak bola Indonesia. Kami melihat kondisi kerja jauh lebih baik. Ada implementasi VAR. Tapi saya menempatkan diri di posisi suporter. Suporter yang datang ke stadion dan membayar tiket, yang harganya tidak murah, datang untuk menonton sepak bola," kata Souza usai pertandingan.
"Hari ini bola hanya bergulir 45–50 menit. Menurut saya, wasit harus mempersiapkan diri lebih baik. Karena sepak bola adalah hiburan. Fans datang untuk menonton sepak bola, bukan laga yang terus berhenti. Belum lagi pelanggaran yang merugikan kami, yang sangat kasar. Saya tidak bicara soal kartu merah, karena itu memang layak. Tapi kesalahan lainnya," tambahnya.
Selain itu, Souza mengatakan wasit juga kerap salah dalam mengambil keputusan. Persija Jakarta disebutnya beberapa kali dirugikan, dan tim tamu yang diuntungkan.
"Selain itu, ada beberapa momen ketika lawan diuntungkan. Seharusnya wasit juga bisa memberi kartu kuning setelah memberikan advantage. Misalnya ada satu momen tepat di depan saya, pemain lawan mengangkat Alan [Cardoso] cukup keras, tapi wasit hanya memberi advantage tanpa kartu," terang Souza.
"Advantage seharusnya tidak menghapus kartu. Jadi menurut saya, wasit cukup membingungkan hari ini," tandas eks pelatih Madura United itu.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
