Mees Hilgers sepi peminat dari klub lain dan berpotensi jadi cadangan di Twente (Instagram.com/@twente)
JawaPos.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN) PSSI, Sumardji, buka suara mengenai kondisi dua pemain naturalisasi yang saat ini belum mendapatkan klub hingga minim menit bermain reguler di klubnya. Ia mengaku tak khawatir akan situasi tersebut.
Saat ini ada dua pemain Timnas Indonesia yang kondisinya mengkhawatirkan. Pertama adalah Thom Haye, gelandang bertahan yang sampai kini belum punya klub.
Haye sudah berstatus tanpa klub sejak berpisah dengan Almere City pada akhir musim 2024/2025. Padahal, kompetisi musim 2025/2026 di Eropa sebagian sudah dimulai, begitu pula di Asia Tenggara seperti Indonesia.
Sementara Mees Hilgers, saat ini bisa dikatakan sedang diasingkan oleh klubnya. Dia tak diberikan kesempatan oleh pelatih FC Twente pada awal musim Eredivisie 2025/2026. Dirinya sudah tak dianggap bagian tim karena berencana hengkang.
Bagi Timnas Indonesia, situasi Haye dan Hilgers bisa jadi kerugian. Mereka dikhawatirkan kondisi fisiknya bermasalah dan kehilangan sentuhan di lapangan.
Timnas Indonesia sendiri akan menjalani agenda FIFA Matchday bulan depan, yakni melawan Lebanon pada 8 September 2025.
Terkait itu, manajer Timnas Indonesia Sumardji mengatakan bahwa hal itu tak jadi kekhawatiran. Sebab, Mees Hilgers dan Thom Haye adalah pemain profesional yang tetap menjaga kondisi fisik meski tak bermain.
"Saya kira kalau berkaitan dengan soal performa pemain, mereka aktif berlatih mandiri dan saya kira tidak ada masalah," kata Sumardji di Sarinah, Minggu (24/8).
Selain itu, pria yang juga Ketua Badan Tim Nasional PSSI itu sudah menyiapkan solusi untuk mencegah hal itu terjadi. Yakni tim mulai dikumpulkan pada 1 September 2025, sehingga ada kesempatan untuk berlatih dengan tim terlebih dahulu.
"Ya kan tujuannya kami panggil tanggal 1 (September) itu kan supaya para pemain itu segera bisa meningkatkan performanya. Kebetulan kan tanggal 1, berkumpul, setelah itu kan latihan bersama, ya momen itulah yang akan kami gunakan," kata Sumardji.
Agenda Timnas Indonesia sendiri seharusnya ada dua pada FIFA Matchday September 2025. Selain Lebanon, ada uji coba melawan Kuwait, yang digelar pada 5 September 2025.
Namun, agenda tersebut batal karena Kuwait memutuskan mundur secara sepihak. Hal itu sudah dikonfirmasi oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
"Kami sudah dapat surat konfirmasi dari Kuwait. Mereka tidak hanya tidak bermain di Indonesia, tapi juga di turnamen di UAE," kata Erick Thohir di Bekasi, Senin (25/8).
"Jadi saya tidak tahu kenapa mereka, karena jelas mereka sudah ada black and white-nya untuk ikut di Indonesia dan di UAE. Saya tidak tahu apakah ada isu internal, saya juga tidak mau ikut campur," tambahnya.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
