
Ilustrasi pemain Persija Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menjatuhkan hukuman kepada klub Super League 2025/2026 buntut pelanggaran yang terjadi pada pekan kedua. Persija Jakarta kembali dapat sanksi, sedangkan Persijap Jepara jadi klub dengan hukuman terberat.
Melalui keterangan resmi terbaru, Komdis PSSI menemukan terdapat sembilan pelanggaran yang terjadi dalam 9 pertandingan pekan kedua Super League 2025/2026. Delapan di antaranya kepada klub, sedangkan satu sisanya untuk pemain.
Mayoritas pelanggaran yang terjadi pada pekan lalu adalah kehadiran tim tamu. Perbuatan melawan hukum itu muncul dalam tiga pertandingan berbeda, yakni Persis Solo vs Persija Jakarta, Persijap Jepara vs Persib Bandung, dan Persik Kediri vs Madura United FC.
Artinya ada enam klub yang kedapatan melanggar aturan. Tuan rumah dianggap gagal mengantisipasi kehadiran suporter, sedangkan tim tamu disebut melanggar karena pendukungnya datang di tengah regulasi larangan suporter tim tamu.
Tapi hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI besarannya sama. Baik tuan rumah maupun tim tamu dihukum denda sebesar Rp 25 juta.
Bagi Persija Jakarta, hukuman itu bukan hal baru. Pada pekan pertama, Macan Kemayoran juga mendapatkan denda dengan besaran yang sama karena kehadiran suporter tim tamu.
Bedanya pada pekan pertama Persija yang berstatus sebagai tuan rumah, dihukum karena gagal mengantisipasi kedatangan suporter klub tamunya, Persita Tangerang.
Selain Persija, tim yang juga bernasib dapat hukuman dari Komdis PSSI karena melakukan pelanggaran terkait regulasi larangan suporter tim tamu adalah Madura United FC.
Manajemen Laskar Sappe Kerrab dihukum atas pelanggaran tersebut pada pekan pertama, ketika melawan Persis Solo. Sebab ada Pasoepati yang datang ke Stadion Gelora Ratu Pamelingan.
Nah khusus Persijap Jepara, mereka bukan hanya dihukum akibat kehadiran suporter tamu. Tapi ada pelanggaran lain yang dilakukan saat menjamu Persib Bandung.
Yakni tidak menyediakan pengawalan untuk perangkat pertandingan. Akibatnya, Persijap Jepara dapat hukuman lain berupa denda sebesar Rp 20 juta.
Artinya Laskar Kalinyamat merogoh kocek Rp 45 juta untuk pekan kedua. Persijap Jepara pun jadi tim dengan hukuman paling banyak dan berat dari Komdis PSSI.
Adapun satu-satunya pelanggaran yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada pemain adalah penggawa Arema FC atas nama Yann Motta. Eks Persija Jakarta itu menghalangi tim lawan mencetak gol serta mendapatkan kartu merah langsung.
Yann Motta pun mendapatkan sanksi berupa larangan bermain sebanyak 1 pertandingan dan denda Rp 10 juta. Itu artinya dia bukan hanya absen pada pekan ketiga melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC, tapi juga tak bisa bermain saat Singo Edan menantang Persijap pada 30 Agustus 2025.
1. Sdr. Yann Motta Pinto (pemain Tim Arema FC)

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
