Ramadhan Sananta jadi satu-satunya striker murni yang dipanggil ke Timnas Indonesia oleh Patrick Kluivert. (Instagram @m.ramadhansn)
JawaPos.com — Patrick Kluivert memunculkan kejutan dalam daftar pemain Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday September ini. Dari 27 nama yang dipanggil, hanya ada satu striker murni yaitu Ramadhan Sananta.
Keputusan ini langsung menimbulkan banyak tanda tanya tentang taktik baru yang disiapkan Kluivert. Pasalnya, selama empat laga sebelumnya ia selalu menaruh Ole Romeny sebagai ujung tombak.
Romeny tampil efektif dengan catatan tiga gol ke gawang Australia, Bahrain, dan China. Sayangnya, striker Oxford United itu absen karena masih dalam proses pemulihan cedera.
Kondisi ini memaksa Kluivert merombak skema serangan Tim Garuda. Ia harus mencari alternatif baru di lini depan tanpa bergantung penuh pada sosok nomor sembilan klasik.
Sananta memang satu-satunya striker murni dalam skuad saat ini. Namun, peluangnya untuk langsung menjadi pilihan utama belum tentu aman mengingat gaya main Kluivert yang fleksibel.
Dua pemain naturalisasi anyar, Miliano Jonathans dan Mauro Zijlstra, berposisi asli sebagai winger. Tapi melihat kisah sukses Romeny, bukan mustahil keduanya akan dicoba sebagai striker dadakan.
Eksperimen ini semakin menarik karena Timnas Indonesia punya banyak stok gelandang serang dan winger.
Nama-nama seperti Egy Maulana Vikri, Marselino Ferdinan, Stefano Lilipaly, hingga Yakob Sayuri siap menjadi pendukung serangan dari sisi lapangan.
Selain itu, Ragnar Oratmangoen yang baru kembali dari cedera juga masuk daftar. Pemain ini bisa dimainkan di banyak posisi, termasuk kemungkinan didorong lebih ke depan sebagai false nine.
Strategi Kluivert terlihat ingin menekankan fluiditas di lini depan. Bukan hanya mengandalkan striker tunggal, tapi lebih pada pergerakan pemain sayap dan gelandang serang yang agresif menusuk ke kotak penalti.
Hal ini pernah diterapkan Shin Tae-yong pada fase ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Saat itu, posisi striker sering hanya jadi kamuflase untuk membuka ruang bagi pemain lain.
Catatan gol Timnas Indonesia sepanjang 2024 hingga 2025 pun mendukung pendekatan ini. Dari 13 gol yang tercipta, hanya tiga lahir dari seorang penyerang murni yaitu Ole Romeny.
Marselino Ferdinan dan bek tengah Muhammad Ferarri bahkan ikut menyumbang masing-masing dua gol. Artinya, sumber gol Indonesia cukup merata dari berbagai lini.
Dengan komposisi saat ini, Kluivert tampaknya tidak ingin menggantungkan nasib pada satu nama. Ia justru menyiapkan variasi skema yang bisa mengelabui lawan dengan rotasi posisi penyerang.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
