Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 19.58 WIB

Ketua Panser Biru Wareng Sindir Kondisi PSIS Semarang, Bandingkan dengan Klub yang Sudah Lepas dari Yoyok Sukawi

Ketua Panser Biru, Wareng di sekretariat Panser Biru (@kepareng_wareng)

JawaPos.com - Ketua Panser Biru, Kepareng atau akrab disapa Wareng, kembali menyuarakan keresahannya terkait kondisi PSIS Semarang. 

Melalui akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, ia menyoroti perbedaan antara klub yang masih berada di bawah pengelolaan Yoyok Sukawi dan yang sudah lepas dari tangan politisi tersebut.

Dalam salah satu unggahannya, Wareng menyinggung Persik Kendal yang merupakan tim Liga 4 Indonesia yang kini dianggap lebih mandiri setelah tidak lagi berada dalam kendali Yoyok. 

Ia menilai ada peran nyata dari pemerintah daerah setempat dalam mendukung klub kebanggaan masyarakat Kendal itu.

“Persik Kendal lepas dari Yoyok ada peran aktif dari bupati langsung beli bus. Semarang kok sepi banget, apa mau nunggu PSIS sampai Liga 4 biar bisa terjual 1 miliar. Mereka masih peduli. Alahhh mbohhh tidak tidak tidak,” tulis Wareng.

Pernyataan tersebut sontak memicu perhatian para suporter dan pecinta PSIS Semarang.

PSIS yang memiliki sejarah panjang dan basis suporter besar justru dinilai tidak mendapatkan dukungan yang semestinya dari para pihak terkait.

Kritik Terhadap Tuduhan Bermuatan Politik

Dalam unggahan lainnya, Wareng juga menanggapi anggapan bahwa kritiknya ditunggangi kepentingan politik. Ia menegaskan bahwa sebagai suporter sejati ia hanya ingin melihat PSIS lebih baik dan lebih profesional.

“Kalau yang mengkritik saya katanya ditunggangi kepentingan politik, masih sakit hati. Sekarang waktunya kamu semua yang mengaku pecinta PSIS bersuara. Pemilu sudah selesai, YS sudah kalah. Sekarang waktunya merjuangke PSIS. Apa pada rela kalian semua PSIS dibuat kayak gini? Waktunya bersatu cah. Dari 7 jin sekarang tinggal 1 jin masak tidak bisa, kwak,” tulisnya lagi.

Ungkapan itu menunjukkan kekecewaan mendalam dari Wareng terhadap kondisi tim kebanggaan Kota Semarang. 

Ia mendorong seluruh elemen suporter untuk bersatu dan melepaskan segala perbedaan, termasuk soal pilihan politik, demi menyelamatkan masa depan klub.

Pernyataan Wareng ini juga merefleksikan keresahan banyak suporter yang merasa PSIS belum dikelola secara profesional. 

Dengan basis pendukung yang besar, seharusnya PSIS bisa berkembang menjadi klub profesional yang lebih sehat secara manajemen maupun finansial.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore