Calvin Verdonk tak kuasa menahan air mata yang jatuh dari matanya. (Instagram @c.verdonk)
JawaPos.com — Mata Calvin Verdonk terlihat merah usai peluit panjang dibunyikan di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Minggu dini hari WIB. Bek kiri naturalisasi itu tak kuasa menahan kecewa setelah Timnas Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.
Kekalahan 0-1 dari Irak membuat skuad Garuda terkunci di dasar klasemen Grup B putaran keempat Kualifikasi Zona Asia.
Dua pertandingan berakhir tanpa poin, memupus harapan besar publik tanah air untuk melihat bendera Merah Putih berkibar di panggung sepak bola terbesar dunia.
Bagi Calvin, hasil itu meninggalkan luka mendalam. Ia mengaku seluruh pemain sudah memberikan segalanya di lapangan, tetapi hasil tetap tidak berpihak pada Indonesia.
“Iya, impian sudah berakhir. Sakit sekali, saya tidak tahu berapa banyak kata-kata yang bisa saya gunakan,” ucap Calvin dikutip dari unggahan The Haye Way di Instagram, Minggu (12/10/2025).
“Kita sudah berikan semuanya, tapi kita tidak punya apa-apa lagi. Dua permainan ini tidak cukup,” lanjut pemain yang kini menjadi salah satu andalan di lini pertahanan Garuda tersebut.
Ucapan itu menggambarkan betapa berat perjuangan anak asuh Patrick Kluivert selama dua laga awal putaran keempat. Sebelumnya, Indonesia juga harus mengakui keunggulan Arab Saudi dengan skor tipis 2-3.
Harapan untuk bangkit muncul ketika menghadapi Irak. Skuad Merah Putih tampil berani sejak awal dan sempat beberapa kali mengancam gawang lawan lewat aksi Thom Haye serta Mauro Zijlstra.
Pada menit kesembilan, tendangan Thom Haye hanya menyamping tipis dari gawang Jalal Hasan. Lima menit berselang, umpan tarik Haye disambut Zijlstra, tetapi bola masih bisa ditutup rapat oleh bek Irak.
Indonesia terus menekan hingga akhir babak pertama. Tendangan bebas Dean James di menit ke-44 sempat membuat jantung suporter berdebar, namun bola meluncur tipis di sisi gawang.
Babak kedua dimulai dengan intensitas tinggi. Irak mencoba menekan lebih dulu, tapi Garuda berhasil menahan setiap serangan berkat disiplin lini belakang.
Sayang, petaka datang di menit ke-75. Zidane Iqbal memecah kebuntuan lewat tendangan mendatar yang tak mampu diantisipasi kiper Indonesia. Skor berubah menjadi 1-0 untuk Irak.
Patrick Kluivert segera merespons dengan memasukkan beberapa pemain menyerang. Upaya Ole Romeny dan Kevin Diks sempat membuat pertahanan Irak kewalahan, namun bola tak kunjung bersarang di gawang.
Drama terjadi di penghujung laga ketika Irak harus bermain dengan 10 pemain. Bek tengah Zaid Tahseen diganjar kartu kuning kedua pada menit 90+9, memberi Indonesia sedikit harapan untuk menyamakan kedudukan.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
