
Tim kepelatihan Timnas Indonesia di bawah komando Patrick Kluivert kini resmi angkat kaki. (Dok: Instagram Gerald Vanenburg)
JawaPos.com - Patrick Kluivert tidak meninggalkan Timnas Indonesia seorang diri. Pelatih asal Belanda itu angkat kaki bersama dengan para asisten dan jajaran tim kepelatihannya, yang sempat disebut oleh PSSI sebagai super team.
PSSI telah mengumumkan tak lagi bekerja sama dengan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala. Keduanya berpisah dengan mekanisme mutual termination atau kesepakatan bersama.
"Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Tim Kepelatihan Tim Nasional Indonesia secara resmi menyepakati pengakhiran kerja sama lebih awal melalui mekanisme mutual termination," tulis PSSI dalam keterangan resminya.
Dalam pengumuman itu, PSSI mengungkapkan bahwa hal itu berlaku untuk segenap tim kepelatihan. Artinya bukan hanya Patrick Kluivert yang berjalan menuju pintu keluar.
Tapi juga para asisten dan jajaran tim kepelatihannya. Lantas siapa saja rombongan yang mengikuti jejak Patrick Kluivert meninggalkan Timnas Indonesia?
Dua nama pertama yang ditunjuk awal oleh PSSI, Denny Landzaat dan Alex Pastoor sudah pasti ikut. Keduanya adalah tangan kanan Kluivert alias asistennya.
Gerald Vanenburg juga masuk dalam daftar yang pergi. Ia adalah asisten ketiga Patrick Kluivert, sekaligus sosok yang dipercaya oleh PSSI untuk menangani Timnas Indonesia U-23.
Kemudian ada juga Quentin Jacoba sebagai pelatih fisik. Pria asal Curacao itu sempat dapat bantuan dan pendampingan dari pelatih fisik Timnas Indonesia U-17, Sofie Imam Rizal.
Begitu pula dengan dua pelatih kiper Timnas Indonesia. Yakni Sjoerd Woudenberg dan Damian Van Rensburg, yang ditarik Kluivert dari tim kepelatihan Dewa United FC di bawah komando Jan Olde Riekerink.
Bagian lain seperti analis seperti Jordy Kluitenberg serta Team Developer atas nama Bram Verbruggen, Regi Blinker pun masuk dalam tim kepelatihan yang dibawa oleh Patrick Kluivert.
Bahkan, Frank van Kempen yang merupakan asisten pelatih Gerald Vanenburg di Timnas Indonesia U-23 sekaligus pelatih Timnas U-20 ikut terdampak. Sebab PSSI juga mengumumkan bahwa keputusan itu berlaku surut untuk tim kelompok usia yang lain.
*Dengan berakhirnya kerja sama tersebut, Tim Kepelatihan tersebut tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U23, maupun U20," tulis PSSI lagi.
Pengakhiran kerja sama ini terbilang menarik karena gerbong Patrick Kluivert tersebut awalnya dianggap sebagai super team. Penyebutan itu disematkan oleh PSSI dalam perkenalan tim pelatih pada Maret lalu.
"Di belakang pelatih Belanda itu, terdapat super tim dengan spesialisasi tugas masing-masing yang menjadi tulang punggung dalam membentuk dan menjaga kesehatan, serta kebugaran fisik pemain Timnas Indonesia," tulis PSSI dalam keterangannya pada 13 Maret 2025.
Bukan cuma itu, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga juga sempat sampai menyatakan bahwa tim pelatih tersebut adalah yang terbaik.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
