Mikael Tata siap gantikan peran krusial Dejan Tumbas di fullback kiri Persebaya Surabaya jelang lawan PSBS Biak. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Drama unik terjadi saat Persebaya Surabaya menahan imbang PSBS Biak tanpa gol di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (24/10/2025) sore. Sosok Mikael Tata jadi sorotan setelah hanya bermain sembilan menit sebelum akhirnya diusir wasit dari lapangan.
Kisahnya dimulai saat Persebaya Surabaya kehilangan bek andalan Leo Lelis di menit ke-31. Pemain asal Brasil itu mendapat kartu merah langsung usai dianggap melakukan pelanggaran keras terhadap Mohcine Hassan Nader.
Situasi ini memaksa pelatih Eduardo Perez memutar otak agar lini belakang timnya tidak jebol lebih cepat. Ia kemudian menarik Toni Firmansyah dan memasukkan Mikael Tata di menit ke-35 untuk memperkuat pertahanan.
Namun, keputusan tersebut justru memunculkan drama singkat yang tak terduga. Hanya sembilan menit berselang, Mikael sudah harus mandi lebih cepat setelah menerima dua kartu kuning beruntun di menit ke-38 dan 44.
Aksi cepat dan agresifnya sebenarnya sempat mendapat apresiasi dari rekan setim. Tapi dalam situasi tekanan tinggi dan tempo cepat, Mikael gagal menjaga emosi hingga akhirnya diganjar kartu merah.
Momen itu membuat Persebaya Surabaya bermain hanya dengan sembilan pemain sejak babak pertama. Kondisi tersebut jelas membuat Green Force harus bekerja ekstra keras untuk menahan gempuran tuan rumah.
Meski demikian, mental bertarung pasukan Green Force patut diacungi jempol. Mereka tampil disiplin, kompak, dan terus berjuang hingga peluit akhir berbunyi.
Dalam laga ini, PSBS Biak sebenarnya tampil dominan sejak menit awal. Tekanan langsung diberikan kepada pertahanan Persebaya Surabaya, bahkan ancaman pertama datang di menit pertama setelah kesalahan umpan Ernando Ari.
Damianus Putra sempat memanfaatkan peluang tersebut, tetapi sepakannya masih melambung di atas mistar. Sejak itu, laga berjalan dengan intensitas tinggi, saling serang, namun minim peluang matang.
Menit ke-19, Mohcine Hassan nyaris membuka keunggulan PSBS lewat sontekan jarak dekat. Namun refleks gemilang Ernando membuat bola masih bisa diamankan.
Dua menit berselang, gawang Persebaya Surabaya kembali terancam akibat sapuan tak sempurna Leo Lelis yang hampir menjadi gol bunuh diri. Beruntung, Nando kembali tampil sebagai penyelamat dengan tepisan cepat.
Serangan PSBS semakin gencar di menit ke-26 lewat kombinasi Napi Bongkar dan Claudio Luqinhas. Bola kemudian diarahkan ke Ruyery Alfonso yang melepas tembakan keras, tapi bola hanya melebar tipis di sisi kanan gawang.
Petaka datang lima menit kemudian. Leo Lelis mendapat kartu merah langsung dan meninggalkan Persebaya Surabaya dengan 10 pemain di lapangan.
Situasi itu membuat Eduardo Perez bereaksi cepat. Ia memilih memasukkan Mikael Tata untuk memperkuat sektor belakang sekaligus menjaga keseimbangan tim.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
