
Diego Mauricio diharapkan jadi solusi lini depan Persebaya Surabaya lawan Arema FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Persebaya Surabaya berpotensi boncos besar jika striker anyarnya Diego Mauricio tak kunjung dimainkan di laga panas kontra Arema FC akhir pekan ini. Nilai pasar penyerang asal Brasil itu mencapai Rp 4,78 miliar dan belum ada hasil nyata sejak kedatangannya pada Agustus.
Kehadirannya sempat disebut bakal menjadi solusi tumpulnya lini depan Green Force musim ini. Namun kenyataannya, Diego baru tampil satu kali selama 20 menit tanpa mencetak gol.
Publik pun mulai bertanya-tanya, mengapa striker dengan koleksi 112 gol itu justru jarang tampil. Apalagi Persebaya Surabaya sudah mengeluarkan investasi besar untuk mendatangkannya dari Brasil.
Pelatih Eduardo Perez menegaskan keputusan mencadangkan Diego murni alasan taktis, bukan karena cedera. Menurut dia, setiap pertandingan memiliki karakter dan kebutuhan berbeda sesuai strategi tim.
“Diego dalam kondisi prima. Dia berlatih sangat baik. Tidak ada masalah soal itu,” kata Eduardo.
Dia menambahkan, pemilihan pemain didasari kebutuhan taktik, bukan nama besar atau popularitas. Filosofi itu mencerminkan pendekatan kolektif Eduardo yang menempatkan kerja sama tim di atas individu. Hasilnya, meski tanpa Diego, Persebaya Surabaya masih mampu tampil solid dan meraih poin penting di beberapa laga terakhir.
Risky Dwi, yang dipercaya jadi pelapis Mihailo Perovic, bahkan tampil impresif dan mendapatkan kredit dari Bonek. Namun, ujian sebenarnya menanti saat Derbi Jawa Timur melawan Arema FC di Stadion Gelora Bung Tomo.
Eduardo memberi sinyal kuat akan menurunkan Diego sebagai starter dalam duel penuh gengsi tersebut.
“Saya menentukan pemain berdasarkan kebutuhan tim, bukan status atau nama besar. Diego siap. Bisa saja dia dimainkan saat menghadapi Arema. Semua kemungkinan terbuka,” ucap Eduardo percaya diri.
Laga ini bisa menjadi titik balik karir Diego bersama Persebaya Surabaya. Bonek menaruh harapan besar agar sang bomber bisa membuktikan kapasitasnya sebagai mesin gol yang sempat membuat namanya harum di Indonesia.
Sejak resmi bergabung pada 22 Agustus 2025, Diego datang dengan reputasi mentereng. Namun adaptasinya dengan gaya permainan Eduardo yang mengusung skema possession football belum berjalan mulus.
Sumber internal tim menyebut, karakter Diego sebagai target man murni membuatnya belum sepenuhnya cocok dengan sistem yang menuntut mobilitas tinggi. Meski begitu, sang striker disebut tetap profesional dan berlatih keras setiap hari.
“Dia masih berproses menyesuaikan dengan sistem. Tapi Diego profesional dan bekerja keras di latihan,” kata salah satu staf pelatih.
Situasi ini menunjukkan tekad sang pemain untuk merebut kepercayaan pelatih. Derbi melawan Arema FC akan menjadi panggung ideal bagi Diego untuk menjawab keraguan publik. Laga ini bukan sekadar pertandingan, melainkan pertaruhan harga diri dua kota besar di Jawa Timur.
Eduardo sadar tekanan besar akan mengiringi timnya. Namun dia yakin dukungan penuh Bonek akan menjadi energi tambahan bagi para pemain Green Force di lapangan.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
