
Timur Kapadze dirumorkan jadi pelatih baru Timnas Indonesia. (Instagram @uzbekistanfa)
JawaPos.com — Timur Kapadze kembali jadi perbincangan hangat setelah namanya masuk dalam daftar kandidat pelatih Timnas Indonesia. Namun, tak sedikit yang menilai sosok asal Uzbekistan itu lebih cocok melatih klub-klub di Kazakhstan dibanding memimpin Garuda di level internasional.
Pelatih berusia 44 tahun tersebut baru saja berpisah dengan Timnas Uzbekistan.
Ia meninggalkan kursi pelatih setelah berhasil membawa White Wolves melangkah ke Piala Dunia 2026, sebelum posisinya digantikan oleh legenda Italia, Fabio Cannavaro.
Usai berpisah dengan negaranya, Kapadze langsung menarik perhatian banyak pihak. Di Indonesia, namanya muncul sebagai kandidat kuat pengganti Patrick Kluivert yang baru saja meninggalkan posisi pelatih kepala Timnas Indonesia.
Ketertarikan Kapadze terhadap proyek sepak bola Indonesia bukan isapan jempol.
Dalam beberapa kesempatan, ia mengaku tertarik dengan potensi besar sepak bola Tanah Air yang sedang tumbuh pesat dan dukungan fanatik dari para suporter.
Gayung pun bersambut. Pihak PSSI dan manajer Timnas Indonesia, Sumardji, mengonfirmasi Kapadze memang masuk radar calon pelatih. Hanya saja, sampai saat ini belum ada komunikasi resmi antara federasi dengan pelatih kelahiran 5 September 1981 tersebut.
Di tengah rumor tersebut, muncul pandangan lain dari Rusia yang menyebut Kapadze sebaiknya tidak buru-buru menerima tawaran dari Indonesia. Menurut jurnalis Rusia, Alexander Troitsky, pelatih berwajah tenang itu dinilai lebih pas menangani klub-klub asal Kazakhstan.
Troitsky menilai, kondisi sepak bola Kazakhstan lebih cocok untuk gaya melatih Kapadze yang dikenal fleksibel dan adaptif. Ia menyebut, jika ada tawaran dari klub seperti Aktobe, sebaiknya Kapadze menerimanya tanpa ragu.
“Saya yakin jika ada undangan dari Aktobe, tentu harus diterima. Di sepak bola Kazakhstan memang ada masalah, tapi di sana sepak bola lebih bebas dan sedang menuju privatisasi klub,” kata Troitsky seperti dikutip dari Sport.kz.
Menurutnya, iklim sepak bola di Kazakhstan memberi ruang gerak lebih luas bagi pelatih.
Batasan-batasan administratif tak seketat di Uzbekistan, sementara liga mereka sudah berada di bawah naungan UEFA yang menjanjikan panggung lebih besar.
Troitsky juga menilai atmosfer suporter di Kazakhstan akan lebih mendukung sosok seperti Kapadze. Ia menilai, para penggemar Aktobe akan senang melihat pelatih asal Tashkent itu menukangi tim kesayangan mereka.
“Lagi pula, penggemar Aktobe akan gembira dengan kehadirannya. Berbeda dengan publik di Uzbekistan yang masih terbelah pendapat setelah ia dicopot dari jabatan pelatih kepala tim nasional,” lanjutnya.
Meski begitu, rumor kedatangan Kapadze ke Indonesia tetap menguat. Banyak suporter Garuda di media sosial yang mendesak PSSI segera bergerak cepat mengamankan tanda tangannya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
