
Persebaya Surabaya jadi salah satu tim yang sering kebobolan lebih dulu di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Pekerjaan besar menanti Persebaya Surabaya jelang derbi Jawa Timur melawan Arema FC, dan persoalan itu tidak lagi sekadar soal taktik atau skema bermain. Lima kartu merah dalam 10 laga terakhir menjadi alarm keras yang tidak boleh kembali berbunyi di pertandingan paling bergengsi musim ini.
Green Force sedang menjalani periode yang berat di Super League 2025/2026 karena performa yang naik turun di tengah persaingan yang makin ketat.
Masalahnya bertambah ketika data resmi I.League menempatkan mereka sebagai tim dengan disiplin terburuk sejauh musim berjalan.
Persebaya Surabaya menjadi satu-satunya tim yang sudah mengoleksi lima kartu merah, jumlah tertinggi di antara seluruh kontestan. Kondisi ini kontras dengan torehan kartu kuning mereka yang justru termasuk paling sedikit di liga.
Situasi itu memperlihatkan inkonsistensi dalam kontrol emosi para pemain, terutama pada momen-momen krusial pertandingan.
Walau jarang melakukan pelanggaran sepele, para pemain Persebaya Surabaya sering terseret situasi ekstrem yang berujung hukuman berat.
Ironi itu membuat posisi mereka di klasemen makin tidak stabil karena beberapa pertandingan harus dijalani dengan jumlah pemain yang timpang. Dampaknya terlihat dalam hasil-hasil yang jauh dari harapan suporter.
Francisco Rivera menjadi nama yang paling banyak disorot karena sudah dua kali menerima kartu merah langsung. Gelandang asal Meksiko itu kembali diusir pada laga melawan Persik Kediri di Stadion Gelora Joko Samudro.
Dalam laga yang berakhir imbang 1–1 tersebut, Rivera hengkang lebih cepat pada menit ke-76 setelah melakukan pukulan ke muka pemain lawan.
Padahal Persebaya Surabaya sedang unggul melalui gol Catur Pamungkas dan tampil dominan sebelum insiden itu terjadi.
Mereka menciptakan sejumlah peluang emas melalui Mihailo Perovic, Gali Freitas, dan Bruno Moreira. Namun ketidaksabaran di lini depan membuat kemenangan yang semestinya bisa diraih justru kembali terbuang.
Selain Rivera, ada tiga pemain lain yang juga mendapat kartu merah pada musim ini. Dejan Tumbas, Leo Lelis, dan Mikael Tata turut masuk daftar pemain yang harus meninggalkan lapangan lebih cepat.
Kondisi itu membuat Eduardo Pérez kesulitan menjaga stabilitas permainan timnya di momen-momen penting. Pelatih asal Spanyol tersebut memahami betul risiko kehilangan pemain di tengah laga yang ketat.
Ia menegaskan para pemain sudah berkomitmen untuk tampil lebih tenang dan matang dalam mengambil keputusan. Situasi ini harus diwujudkan di lapangan karena derbi Jatim bukan tempat untuk kesalahan yang sama.
“Kami tahu ini situasi sulit, tapi para pemain sudah berkomitmen untuk memperbaiki diri dan bermain lebih tenang di pertandingan selanjutnya,” kata Eduardo Pérez.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
