
Gresik United gasak Persib Bantul di Liga Nusantara 2025/2026. (Gresik United)
JawaPos.com—Terbongkar sudah rahasia di balik kemenangan dramatis Gresik United yang hanya bermain dengan 10 pemain. Mereka tetap mampu menaklukkan Persiba Bantul.
Laga sengit di Lapangan Pasiran, Surabaya, Senin (8/12) sore itu menyisakan cerita penuh determinasi dan kejutan yang membuat publik tak berhenti membicarakannya.
Sejak awal pertandingan, kedua tim langsung saling menekan dan mencoba mengambil kontrol permainan. Tempo tinggi di menit-menit awal memperlihatkan duel Grup D Liga Nusantara ini tidak akan berjalan mudah bagi kedua kubu.
Namun tensi pertandingan berubah drastis ketika Gresik United harus kehilangan Sayfullah Kader pada menit ke-44. Dia diganjar kartu merah akibat pelanggaran keras yang membuat seluruh stadion seketika riuh.
Situasi tersebut memaksa Gresik United menutup babak pertama dengan kondisi yang tidak ideal. Skor tanpa gol hingga turun minum menjadi gambaran betapa rapatnya pertahanan kedua tim meski tensi laga memanas.
Memasuki babak kedua, Persiba Bantul langsung berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan menggempur pertahanan lawan. Serangan cepat yang mereka lancarkan membuat lini belakang Gresik United harus bekerja ekstra keras untuk menahan tekanan.
Peluang demi peluang tercipta bagi Laskar Sultan Agung, namun penyelesaian akhir menjadi masalah besar bagi mereka. Tembakan yang melenceng dan bola yang gagal dieksekusi dengan baik membuat keunggulan jumlah pemain tidak berbuah hasil.
Di tengah tekanan itu, Gresik United mulai menunjukkan rahasia terbesar mereka untuk bertahan hidup di laga berat ini. Meski hanya bermain dengan 10 pemain, disiplin tim terlihat semakin solid dan setiap pemain menjalankan peran dengan presisi.
Pertahanan rapat Gresik United menjadi tembok yang sulit ditembus Persiba. Sementara transisi cepat dari bertahan ke menyerang mereka lakukan dengan rapi. Serangan balik justru menjadi senjata utama yang muncul di saat Persiba terlalu fokus menekan.
Persiba yang terus maju meninggalkan banyak ruang di lini belakang, dan Gresik United melihat celah itu sebagai peluang emas. Mereka mulai melancarkan bola-bola panjang terukur untuk mengancam pertahanan lawan.
Ketegangan mencapai puncaknya memasuki menit-menit akhir ketika laga terlihat akan berakhir imbang. Namun kejutan besar justru terjadi pada menit ke-87 ketika Arya Pratama memecah kebuntuan dengan tandukan keras yang merobek gawang Persiba.
Gol tunggal tersebut menjadi momen paling menentukan dalam laga yang berjalan penuh drama. Sundulan Arya begitu kuat hingga tak mampu diantisipasi kiper lawan, membuat para pemain Persiba hanya bisa terpaku.
Efektivitas Gresik United terlihat jelas pada gol tersebut karena mereka memaksimalkan peluang yang datang meski jumlah serangan tidak banyak. Dari kondisi tertekan hampir sepanjang babak kedua, mereka justru tampil lebih efisien.
Pelatih Mohammad Andik Ardiansyah tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya terhadap mentalitas para pemain.
“Saya mengapresiasi kerja keras timnya yang mampu tampil konsisten hingga akhir. Kemenangan ini menjadi modal penting untuk pertandingan selanjutnya,” ujar Andik.
