Persib Bandung berhasio mengalahkan Bangkok United sekaligus mengunci juara grup G ACL 2 2025/2026. (Dok: Persib)
JawaPos.com - Persib Bandung mengunci tiket babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 dengan status juara grup. Keberhasilan ini membuat Pangeran Biru meraup keuntungan besar hingga lebih dari Rp 11 miliar.
Persib berhasil memastikan diri lolos ke babak 16 besar ACL 2 2025/2026 usai mengalahkan Bangkok United dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol Pangeran Biru dicetak oleh Ramon Tanque saat injury time babak pertama.
Kemenangan itu membuat Persib berhak jadi juara grup G dengan koleksi 13 poin. Perolehan itu didapat hasil dari empat kemenangan dan sekali hasil imbang dari enam laga yang dimainkan.
Pencapaian ini membuat Persib Bandung berhasil memperbaiki torehannya musim lalu, di mana mereka hanya bertanding di fase grup. Pada ACL 2 2024/2025, Pangeran Biru gagal lolos ke babak berikutnya.
Selain memperbaiki rekor, pencapaian Persib ini juga menambah pundi-pundi pendapatan yang diterima selama berkompetisi di fase grup ACL 2 2025/2026. Jika musim lalu hanya sekitar Rp 5,6 miliar, kali ini penghasilan Pangeran Biru bisa mencapai Rp 11,2 miliar.
Penghasilan Persib tersebut berasal dari tiga sumber berbeda, yakni subidi perjalanan, bonus performa, dan uang partisipasi.
Untuk subsidi perjalanan, AFC dalam regulasi ACL 2 2025/2026 menetapkan bahwa setiap tim yang melakukan perjalanan laga tandang akan memperoleh USD 50.000 atau setara dengan Rp 833 juta.
Nah, di Grup G, Persib menjalani tiga pertandingan tandang. Yakni ke markas Bangkok United di Pathum Thani, Selangor FC di Petaling Jaya, dan Lion City Sailors di Kota Singapura. Artinya, Pangeran Biru dapat subsidi sekitar USD 150.000, atau setara dengan ± Rp 2,5 miliar.
Kemudian bonus performa. Menurut aturan AFC, setiap kemenangan di fase grup dihadiahkan sebesar USD 50.000 (±Rp 833 juta). Sementara hasil imbang dapat setengahnya alias USD 25.000 (±Rp 416 juta), sedangkan kekalahan tak ada bonus.
Dengan demikian, empat kemenangan yang diperoleh Persib selama fase grup menghasilkan sekitar USD 200.000 atau setara dengan Rp 3,3 miliar. Bonus itu ditambah satu hasil imbang yang dihargai USD 25.000 (±Rp 416 juta).
Total Persib mendapatkan USD 75.000 atau Rp 3,7 miliar berkat rentetan empat kemenangan dan satu hasil imbang di Grup G AFC Champions League Two 2025/2026.
Nah, sumber penghasilan Persib terakhir berasal dari uang partisipasi. Uang ini diterima semua klub, termasuk Pangeran Biru dengan besaran USD 300.000 (±Rp 5 miliar).
Artinya, Persib sejauh ini mendapatkan Rp 2,5 miliar dari subsidi perjalanan, Rp 3,7 miliar dari bonus performa, dan Rp 5 miliar dari uang partisipasi. Jika ditotal jumlahnya mencapai Rp 11,2 miliar.
Pendapatan Persib berpotensi lebih banyak karena mereka sudah mengunci tiket babak 16 besar. Sesuai regulasi AFC, tim yang berpartisipasi pada fase tersebut akan mendapatkan tambahan USD 80.000 (±Rp 1,3 miliar).

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
