
Persebaya Surabaya wajib segera umumkan pelatih baru di ke Bonek agar terhindar dari denda. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Tips terhindar dari denda Rp 100 juta, Persebaya Surabaya wajib lakukan ini di hadapan bonek menjadi isu panas yang kini menyelimuti internal tim Green Force. Tekanan tidak hanya datang dari regulasi liga, tetapi juga dari ekspektasi Bonek yang menanti kepastian arah tim di Super League 2025/2026.
Persebaya Surabaya terancam sanksi denda Rp 100 juta karena hingga sekarang belum mengumumkan pelatih kepala definitif.
Tim kebanggaan Kota Pahlawan masih dipimpin caretaker Uston Nawawi yang ditunjuk pasca berakhirnya kontrak pelatih sebelumnya.
Sesuai regulasi kompetisi, klub hanya diberi waktu maksimal 30 hari untuk menunjuk pelatih kepala baru. Aturan ini tertuang dalam Pasal 34 regulasi liga yang mengikat seluruh peserta I-League di Super League 2025/2026.
Dalam masa transisi tersebut, klub memang diperbolehkan menunjuk pelatih sementara untuk memimpin tim di pertandingan resmi. Namun kelonggaran itu memiliki batas waktu jelas yang tidak bisa ditawar oleh manajemen mana pun.
Jika tenggat 30 hari terlewati, sanksi administratif langsung menanti Persebaya Surabaya. Denda awal sebesar Rp 100 juta akan dijatuhkan dan bisa meningkat menjadi Rp 200 juta jika keterlambatan berlanjut hingga 30 hari berikutnya.
Situasi ini membuat langkah manajemen Persebaya Surabaya berada dalam sorotan tajam. Kesalahan kecil dalam administrasi berpotensi berdampak besar pada keuangan klub dan stabilitas tim sepanjang musim.
Caretaker Persebaya Surabaya Uston Nawawi mengaku belum menerima informasi terkait penunjukan pelatih kepala definitif. Ia menegaskan fokus utama saat ini hanya pada persiapan laga berikutnya bersama seluruh staf kepelatihan.
“Kalau untuk itu belum ya. Yang terpenting saya bersama staf yang lain mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Manajemen belum ada komunikasi soal siapa pelatih ke depan,” ujar Uston.
Uston juga menyebut belum ada komunikasi lanjutan dari manajemen terkait sosok pelatih ke depan. Kondisi tersebut menandakan proses internal masih berjalan dan belum mencapai tahap pengumuman resmi.
Di tengah ketidakpastian itu, regulasi juga mewajibkan klub mengirim surat pemberitahuan tertulis terkait pengakhiran kontrak pelatih lama.
Surat tersebut harus dikirim maksimal tiga hari setelah pemutusan kontrak dilakukan kepada PSSI dan PT Liga Indonesia Baru.
Kepatuhan administratif menjadi faktor penting untuk menghindari sanksi berlapis. Manajemen Persebaya Surabaya dituntut bergerak cepat dan rapi agar tidak tersandung masalah di luar teknis lapangan.
Tips paling realistis agar terhindar dari denda Rp 100 juta adalah segera mengumumkan pelatih kepala sebelum tenggat 30 hari berakhir. Langkah ini menjadi kunci utama sekaligus sinyal keseriusan klub di hadapan Bonek.
Pengumuman pelatih kepala juga memberi kepastian arah permainan dan program tim. Dukungan suporter diyakini akan mengalir lebih deras ketika klub menunjukkan kejelasan visi dan kepemimpinan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
