Pasang surut cerita perjuangan Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Pasang surut perjuangan Persebaya Surabaya di Super League 2025/2026 menjadi potret lengkap bagaimana harapan besar, tekanan publik, dan dinamika ruang ganti saling berkelindan dalam satu musim yang penuh cerita.
Sepanjang tahun 2025, Persebaya Surabaya tidak hanya berjuang mengejar kemenangan, tetapi juga berusaha menemukan kembali identitas permainan di tengah ekspektasi tinggi Bonek-Bonita.
Musim Super League 2025/2026 dibuka dengan optimisme besar setelah manajemen melakukan restrukturisasi teknis dan komposisi skuad.
Persebaya Surabaya memasuki kompetisi dengan 29 pemain, rata-rata usia 26,3 tahun, serta total nilai pasar mencapai Rp 81,26 miliar.
Komposisi tim Green Force menunjukkan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda, termasuk kehadiran 10 pemain asing.
Rata-rata nilai pasar pemain mencapai Rp 2,80 miliar, mencerminkan investasi serius klub untuk bersaing di papan atas.
Dari sisi posisi, lini depan menjadi sektor termahal dengan total nilai Rp 30,42 miliar dan rata-rata Rp 3,04 miliar per pemain. Lini tengah juga menyimpan potensi besar dengan nilai pasar Rp 18,25 miliar dan rata-rata usia relatif muda, yakni 25 tahun.
Namun, semua angka itu belum mampu langsung diterjemahkan menjadi hasil manis di lapangan.
Kalah di Laga Perdana
Persebaya Surabaya justru tersandung di laga perdana Super League 2025/2026 saat menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Bung Tomo.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Persebaya Surabaya tampil agresif sejak menit awal untuk mencari gol cepat.
Peluang pertama hadir lewat Malik Risaldi pada menit ke-11 setelah menerima umpan Bruno Moreira, tetapi masih mampu diblok lini belakang PSIM.
Tekanan terus diberikan melalui Toni Firmansyah dan Dejan Tumbas, namun penyelesaian akhir belum menemui sasaran. Hingga babak pertama berakhir, dominasi Persebaya Surabaya belum menghasilkan gol dan skor tetap 0-0.
PSIM yang tampil lebih sabar mulai menemukan celah pada babak kedua. Beberapa kali Ernando Ari Sutaryadi harus melakukan penyelamatan penting untuk menjaga gawang Persebaya Surabaya tetap aman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022