
Yoyok sukawi (tengah) resmi berpamitan dari PSIS Semarang. (Dok. PSIS)
JawaPos.com - Setelah resmi melepas 75% saham mayoritas PSIS Semarang pada 18 November 2025 kepada Datu Nova Fatmawati, istri bos Belikopi Fariz Julinar, perjalanan panjang kepemimpinan Yoyok Sukawi bersama Laskar Mahesa Jenar resmi memasuki babak baru.
Pada Selasa (23/12/2025), Yoyok menyampaikan pesan perpisahan melalui akun Instagram pribadinya, @yoyok_sukawi, dalam sebuah video yang ditunjukan kepada suporter dan jajaran pemain PSIS.
Dalam video tersebut, Yoyok menyapa seluruh keluarga besar PSIS Semarang dengan hangat.
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kepada seluruh keluarga besar PSIS Semarang dimanapun Anda berada, hari ini perjalanan panjang saya bersama PSIS memasuki babak baru,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan melepas saham dan kepemimpinan kepada Datu Nova bukanlah hal mudah, namun dilakukan dengan hati lapang demi masa depan klub yang lebih cerah.
Yoyok juga mengenang masa-masa 24 tahun mengemban amanah di PSIS. Ia mengaku banyak belajar dari jatuh bangun tim dan menyadari masih banyak kekurangan selama kepemimpinannya.
“Untuk langkah yang kurang tepat, keputusan yang belum memuaskan semua pihak, dan target yang belum tercapai, saya memohon maaf dengan tulus kepada seluruh suporter PSIS Semarang,” tuturnya.
Tidak hanya menyampaikan permohonan maaf, Yoyok juga memberi pesan motivasi kepada pemain dan jajaran tim.
Ia menekankan pentingnya menjaga lambang PSIS di dada, karena simbol tersebut merupakan rumah dan kebanggaan semua pihak.
"Meskipun saya tidak memegang PSIS lagi, saya tetap bagian dari tribun, bagian dari doa, dan bagian dari warna biru yang tak akan pernah luntur,” ujar Yoyok dengan penuh emosi.
Caption dari unggahan video itu juga menegaskan rasa cintanya kepada PSIS, “Setiap perjalanan ada akhirnya, namun cinta pada PSIS Semarang akan selalu ada. Matursuwun atas 24 tahun kebersamaan.”
Dengan kehadiran Datu Nova sebagai CEO baru tim, Yoyok berharap PSIS Semarang kembali berjaya, menjadi kebanggaan warga Kota Semarang, dan kembali bersaing di papan atas kasta tertinggi sepak bola nasional.
Para suporter kini menyambut babak baru Laskar Mahesa Jenar dengan penuh harap, sementara Yoyok tetap menjadi sosok yang dikenang dalam sejarah panjang PSIS.
