Oktafianus Fernando tampil apik di laga Persebaya Surabaya lawan Persijap Jepara. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Masa depan Oktafianus Fernando di era Bernardo Tavares dimulai, ia tampil menjanjikan di laga terakhir Persebaya Surabaya di tahun 2025 menjadi cerita menarik dari penutup tahun yang yang penuh pasang surut. Di tengah kemenangan besar, secuil momen delapan menit justru memantik harapan baru bagi karier Ofan bersama Green Force.
Persebaya Surabaya menutup laga terakhir di tahun 2025 dengan kemenangan telak 4-0 atas Persijap Jepara pada laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026.
Hasil itu membuat Green Force naik ke posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 22 poin.
Empat gol Persebaya Surabaya lahir tanpa balasan hingga wasit Yudi Nurcahya meniup peluit panjang. Tidak ada gol tambahan, namun laga ini menyisakan cerita penting dari bangku cadangan Persebaya Surabaya.
Sorotan tertuju pada masuknya Oktafianus Fernando pada menit ke-87 menggantikan Francisco Rivera. Momen itu menjadi debut Ofan di musim ini setelah melalui periode panjang yang penuh tekanan.
Dalam waktu bermain yang sangat singkat, Oktafianus Fernando langsung menunjukkan kontribusi positif. Dia mencatatkan akurasi umpan 100 persen dari lima percobaan, satu umpan kunci, dan satu kali dilanggar lawan.
Statistik sederhana itu memberi gambaran efektivitas Ofan saat diberi kepercayaan. Delapan menit terasa cukup untuk menunjukkan kesiapan mental dan ketenangan dalam permainan tim.
Masuknya Ofan juga menandai kesempatan kedua di musim yang sempat membuatnya terpuruk. Kesalahan di masa lalu perlahan digeser oleh performa ringkas yang efisien di laga ini.
Respons suporter Persebaya Surabaya pun mulai berubah setelah penampilan tersebut. Beberapa Bonek memberikan dukungan terbuka melalui komentar yang bernuansa optimistis.
“Asline sek lumayan. Cuman perkoro blunder musuh PSIS dadi elek jeneng e,” ujar salah satu Bonek. Komentar ini menggambarkan penilaian jujur yang masih mengaitkan performa Ofan dengan masa lalu.
“Next match kasih kesempatan lagi di babak kedua insyaallah Joss, aslie jek lumayan wingi min saking gara-gara lawan PSIS Iko arek-arek gelo,” ujar salah satu Bonek. Dukungan itu menegaskan keinginan suporter melihat Ofan kembali dipercaya.
“Cocok jadi supersub waktu kurang 2 menit lebokno gpp,” ujar salah satu Bonek. Peran supersub dinilai realistis dan sesuai dengan kondisi tim saat ini.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
