
Pemain UAD FC sebelum laga menghadapi Kafi Jogja. (UAD FC)
JawaPos.com—Viral lagi tendangan brutal pemain Kafi Jogja ke kepala pemain UAD FC di Liga 4 Jogjakarta dan langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional. Insiden ini terjadi di tengah sorotan tajam terhadap kerasnya permainan di kompetisi level bawah yang kembali memakan korban.
Aksi tak terpuji itu muncul dalam pertandingan UAD FC melawan Kafi Jogja FC yang digelar di lapangan Sitimulyo, Jogjakarta. Laga tersebut berlangsung panas sejak awal dan berujung insiden berbahaya pada menit-menit krusial pertandingan.
Peristiwa terjadi pada menit ke-73 saat Kafi Jogja FC sedang unggul tipis 1-0 atas UAD FC. Dalam momen yang terekam jelas kamera, pemain Kafi Jogja bernomor punggung dua melepaskan tendangan kungfu ke arah wajah pemain UAD FC bernomor punggung 24.
Tendangan itu mengarah langsung ke kepala dan wajah pemain UAD yang sedang berebut bola. Benturan keras membuat pemain UAD FC langsung terjatuh dan tergeletak di lapangan sambil memegangi pipinya.
Situasi tersebut memicu reaksi keras dari pemain UAD FC dan penonton yang menyaksikan langsung di lapangan. Banyak pihak menilai aksi itu sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan pemain.
Ironisnya, keputusan wasit dalam insiden ini justru memancing kontroversi baru. Wasit hanya memberikan kartu kuning kepada pemain KAFI Jogja FC yang melakukan tendangan brutal tersebut.
Tak hanya itu, wasit juga langsung menghampiri pemain UAD FC yang masih tergeletak kesakitan di rumput. Alih-alih memanggil tim medis, wasit justru meminta sang pemain segera bangun agar pertandingan bisa dilanjutkan.
Pertandingan pun kembali berjalan tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu. Pemain nomor punggung 24 dari UAD FC akhirnya berdiri dan melanjutkan laga meski terlihat masih menahan sakit.
Cuplikan video tendangan ke arah wajah pemain UAD FC itu dengan cepat menyebar luas di media sosial pada Selasa (6/1). Publik pun ramai-ramai menyebut insiden ini sebagai Liga 4 Shaolin Soccer karena kerasnya aksi yang terjadi.
Banyak netizen menyayangkan minimnya perlindungan terhadap pemain di kompetisi Liga 4. Sorotan tajam juga diarahkan kepada perangkat pertandingan yang dinilai gagal memberi sanksi setimpal.
Insiden di Jogjakarta ini mengingatkan publik pada kejadian serupa yang baru saja terjadi sehari sebelumnya di Jawa Timur. Pada Senin (5/1), aksi kungfu brutal juga terjadi di Liga 4 Jatim.
Saat itu, pertandingan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung diwarnai insiden yang jauh lebih fatal. Pemain Perseta, Firman Nugraha, menjadi korban tendangan keras dari pemain lawan.
Firman Nugraha mengalami kejang, sesak napas, hingga retak pada tulang rusuk usai terkena tendangan kungfu brutal. Pelaku dalam insiden tersebut adalah pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Kasus di Jawa Timur berujung pada hukuman berat dari otoritas sepak bola setempat. Komite Disiplin Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas seumur hidup kepada Muhammad Hilmi Gimnastiar.
Sanksi tegas itu dijatuhkan atas tindakan kekerasan terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim. Keputusan tersebut sempat dipuji karena dianggap memberi efek jera dan perlindungan bagi pemain.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
