
Jordy Wehrmann (kiri) dan Ze Valente. (Dok. Madura United/PSIM Yogyakarta)
JawaPos.com - Hari ini, Madura United berusia 10 tahun. Hari bersejarah dalam perjalanan klub asal Pulau Garam. Hari yang seharusnya tidak boleh tercoreng dengan kekalahan. Karena itu, menjamu PSIM Yogyakarta di kandang sendiri, Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, tiga poin menjadi harga mati. Kemenangan akan menjadi kado ulang tahun yang indah.
“Saya tahu pertandingan ini sangat penting bagi tim dan juga bagi presiden klub. Kami ingin memberikan hadiah untuk beliau,” ujar pelatih Madura United, Carlos Parreira.
Pelatih asal Brasil itu sadar kemenangan tidak akan mudah didapat. Laskar Mataram bukan tim sembarangan. Tim yang dihuni skuad berkualitas. Khususnya lini tengah PSIM. Menurut Carlos, lini tengah PSIM harus dimatikan karena sangat berbahaya.
“Mereka punya kombinasi permainan di tengah yang sangat baik. Tapi kami sudah bekerja keras untuk pertandingan ini. Itu yang harus dipahami dulu,” tegasnya.
Baca Juga: Wasit Asal Bandung Pimpin Laga Persebaya vs Malut United! Ini Rekam Jejak Naufal Adya Fairuski
Bagi Carlos pula, pertandingan melawan PSIM menjadi penentuan skuadnya di putaran kedua. Pertandingan itu penting untuk menentukan apa yang harus dilakukan di putaran kedua nanti agar tampil lebih baik.
“Kami sudah bersiap agar putaran kedua nanti lebih siap dibandingkan putaran pertama,” bebernya.
Di kubu lawan, pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel menuturkan Madura United jauh berbeda sejak ditangani pelatih baru. Performanya menanjak meski baru menang sekali.
“Bagi kami, ini akan menjadi pertandingan yang berat lagi karena kami masih kehilangan beberapa pemain,” ucapnya.
Beberapa pemain pilar PSIM dipastikan tidak bisa bermain. Ada kapten Reva Adi Utama yang absen karena akumulasi kartu. Juga Anton Fase dan Yusaku Yamada yang belum menunjukkan perkembangan berarti dalam pemulihan cedera.
“Para pemain yang jarang bermain bisa menunjukkan kemampuan mereka lagi,” tegasnya.
Prediksi Susunan Pemain:
MADURA UNITED (4-3-3)
30–Miswar Saputra (pg); 45–Taufik Hidayat, 3–Pedro Monteiro, 95–Jorge Ambrosio, 6–Roger Bonet; 4–Jordy Wehrmann, 5–Kerim Palic, 24–M. Taufany; 77–Alessandro, 87–Joao Pereira, 11–Lulinha (k)
Pelatih: Carlos Parreira
PSIM JOGJAKARTA (4-3-3)
19–Cahya Supriadi (pg); 29–Rio Hardiawan, 4–Franco Gaston, 14–Rendra Teddy, 65–Dede Sapari; 88–Fagreza Sudin, 10–Ze Valente (k), 63–Rahmatsho Rahmatzoda; 7–Cofre, 99–Hajate, 11–Ezequiel Vidal
Pelatih: Jean-Paul van Gastel

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
