
Allano Lima jadi korban rasisme usai Persib vs Persija Jakarta. (dok. Persija)
JawaPos.com - Persija Jakarta menanggapi kondisi Allano Lima yang menjadi sasaran hujatandan rasisme pasca melawan Persib Bandung. Manajemen berjanjinakan mengawal pemainnya dan meminta I.League beserta PSSI bertindak atas apa yang dialami Allano.
Pertandingan Persib vs Persija meninggalkan cerita pahit untuk Allano. Selain Macan Kemayoran menelan kekalahan, ia jadi sasaran hujatan karena sempat terlibat keributan pascalaga.
Media sosialnya langsung dihujani hujatan dari netizen. Kolom komentar unggahan di Instagramnya berisikan komentar-komentar tidak pantas.
Bahkan ada yang sampai mengandung rasisme. Tak sedikit netizen yang menyebut Allano Lima menyerupai hewan. Emoji pisang juga menghiasi kolom komentar Instagram pemain bernomer punggung 17 tersebut.
Persija mengecam aksi rasisme yang diterima Allano. Klub menilai perilaku tidak bermoral tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang seharusnya tidak memiliki tempat dalam sepak bola, terlebih di Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman dan persatuan.
Persija sangat kecewa karena tindakan memalukan seperti ini masih terus berulang. Rasisme bukan sekadar candaan, bukan pula untuk dijadikan ekspresi emosi sesaat. Rasisme adalah kekerasan verbal yang melukai martabat seseorang.
“Persija berdiri sepenuhnya bersama Allano Lima. Klub memberikan dukungan penuh secara moral dan psikologis kepada pemain kami, serta memastikan ia tidak sendirian dalam menghadapi situasi ini,” kata Marsekal Muda TNI (Purn) Ardhi Tjahjoko., selaku Manajer Persija dalam keterangan resmi klub.
Selain itu, Persija juga ingin I.League selaku operator kompetisi, PSSI sebagai federasi, serta stakeholder lain untuk mengambil sikap tegas. Besar harapan manajemen ada langkah serius yang dilakukan menyikapi persoalan rasisme ini.
"Persija mendesak seluruh pihak terkait, termasuk operator liga, federasi, suporter, dan para pemangku kepentingan sepak bola lainnya, untuk bersikap tegas, serius, dan konsisten dalam memberantas segala bentuk rasisme, baik di stadion maupun di ruang digital," tulis Persija.
Manajemen menilai sepak bola seharusnya menjadi arena persaingan sportif dalam atmosfer yang aman dan saling menghargai. Rasisme tidak bisa dibiarkan karena hal itu dapat merusak wajah sspak bola nasional, bukan hanya individunya.
"Persija juga mengecam tindakan tidak suportif lainnya, seperti ujaran kebencian hingga ancaman yang ditujukan kepada elemen sepak bola Indonesia. Siapa pun pelakunya harus sadar dan memahami bahwa tindakannya tersebut mencederai marwah sepak bola, olahraga, bahkan sisi kemanusiaan," tutup Persija.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022