
Persebaya Surabaya ajari cara main efektif PSIM Yogyakarta. (Persebaya)
JawaPos.com — 'Apa itu ball possession?' menjadi pertanyaan menarik setelah Persebaya Surabaya menaklukkan PSIM Yogyakarta dengan skor meyakinkan 3-0 meski hanya mencatatkan 26 persen penguasaan bola. Laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (25/1/2026) sore ini, memberi bukti dominasi bola bukan satu-satunya kunci kemenangan.
Ball possession atau penguasaan bola merujuk pada persentase waktu sebuah tim mengendalikan bola selama pertandingan.
Statistik ini sering dianggap mencerminkan dominasi permainan, meski tidak selalu berbanding lurus dengan hasil akhir.
Dalam pertandingan ini, PSIM Yogyakarta tampil dominan dengan 74 persen ball possession dan 532 umpan sukses dari 608 percobaan.
Persebaya Surabaya justru bermain lebih efektif dengan hanya 196 umpan sukses dari 260 percobaan dan akurasi 76 persen.
Persebaya Surabaya menunjukkan pendekatan permainan yang pragmatis di bawah arahan Bernardo Tavares. Green Force memilih menunggu, bertahan disiplin, lalu menyerang cepat ketika peluang terbuka.
Babak pertama berlangsung relatif seimbang meski PSIM lebih sering menguasai bola. Persebaya Surabaya tetap sabar menjaga bentuk pertahanan sambil mencari celah melalui serangan balik.
Memasuki babak kedua, Persebaya Surabaya langsung tampil agresif dan meningkatkan intensitas serangan. Pada menit ke-52, peluang emas tercipta melalui kerja sama Bruno Moreira dan Francisco Rivera di depan gawang.
Sontekan Rivera masih terlalu lemah sehingga bisa diamankan kiper PSIM, Cahya Supriadi. Momen tersebut menjadi sinyal awal perubahan tempo permainan Green Force.
Sembilan menit berselang, Malik Risaldi mencoba peruntungan lewat tendangan keras dari luar kotak penalti. Cahya Supriadi kembali menunjukkan refleks gemilang dengan menepis bola yang mengarah ke gawang.
Melihat momentum timnya meningkat, Bernardo Tavares melakukan pergantian pemain untuk menambah daya gedor.
Pedro Matos, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto masuk menggantikan Toni Firmansyah, Milos Raickovic, dan Gali Freitas.
Keputusan tersebut terbukti jitu dan langsung mengubah wajah pertandingan. Persebaya Surabaya menjadi lebih berani menyerang dengan tempo cepat dan pergerakan tanpa bola yang intens.
Pada menit ke-73, Bruno Paraiba mencatatkan namanya di papan skor. Menerima bola di dalam kotak penalti, ia mengecoh satu pemain sebelum melepaskan tendangan keras yang menghujam gawang PSIM.
Gol tersebut membuat Persebaya Surabaya unggul 0-2 dan semakin percaya diri. PSIM tetap menguasai bola, namun kesulitan menembus pertahanan rapat Green Force.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
