
Risto Mitrevski siap hantam mantan klub Dewa United di kandang Persebaya Surabaya. (Persebaya)
JawaPos.com — Tak ada ruang untuk nostalgia di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (1/2/2026) malam. Risto Mitrevski datang bukan untuk bernostalgia, melainkan membawa Persebaya Surabaya memutus kutukan dan merebut tiga poin dari Dewa United Banten FC.
Pekan ke-19 Super League 2025/2026 menghadirkan duel panas dua tim papan atas yang sarat cerita.
Namun sorotan utama tertuju pada sosok Risto Mitrevski, bek Persebaya Surabaya yang akan berhadapan dengan klub yang pernah ia bela.
Laga ini terasa personal bagi pemain asal Makedonia Utara tersebut. Meski begitu, Risto memilih berdiri tegak sebagai profesional yang mengusung misi penuh bersama Green Force.
“Ini pertandingan yang istimewa bagi saya. Saya akan bermain melawan tim yang kuat. Secara pribadi, saya pikir mereka punya skuat terbaik di liga,” ujar Risto dalam jumpa pers, Sabtu (31/1/2026) sore.
Pengakuan itu tidak berarti rasa gentar. Risto justru menilai laga ini sebagai tantangan penting untuk membuktikan kapasitas Persebaya Surabaya di jalur persaingan papan atas.
Persebaya Surabaya datang dengan modal momentum positif yang memperkuat kepercayaan diri tim. Dukungan penuh Bonek di GBT juga menjadi faktor emosional yang siap mengangkat energi pemain sejak menit pertama.
Tekanan justru berada di sisi tuan rumah karena rekor pertemuan yang kurang bersahabat. Persebaya Surabaya tercatat belum mampu mengalahkan Dewa United dalam hampir tiga tahun terakhir.
Kemenangan terakhir Green Force atas Dewa United terjadi pada 2023 lalu. Sejak itu, Dewa United kerap menjadi batu sandungan yang sulit ditembus.
Musim lalu bahkan meninggalkan luka yang belum sepenuhnya sembuh. Dewa United pernah menang telak 3-0 di markas Persebaya Surabaya pada kompetisi 2024/2025.
Catatan tersebut membuat laga ini terasa lebih dari sekadar pertandingan rutin. Ada misi membalas, ada tekad meruntuhkan dominasi, dan ada harga diri yang dipertaruhkan.
Dalam konteks itulah peran Risto Mitrevski menjadi krusial. Ia bukan hanya bek tengah, tetapi juga sumber informasi hidup tentang karakter permainan lawan.
Risto memahami betul ritme, pola serangan, hingga kebiasaan pemain Dewa United. Pengetahuan itu menjadi senjata tambahan bagi lini belakang Persebaya Surabaya untuk meredam ancaman sejak awal.
Namun, Risto menegaskan tidak ada konflik batin dalam laga ini. Profesionalisme menjadi garis tegas yang ia jaga, tanpa mencampuradukkan masa lalu dan masa kini.
“Bagi saya ini pertandingan biasa saja. Sekarang saya pemain Persebaya, dan saya akan memberikan 100 persen kemampuan saya untuk mencoba mengalahkan Dewa United,” tegasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022