
Toni Firmansyah siap jadi metronom lini tengah Persebaya Surabaya. (Persebaya)
JawaPos.com — Licin seperti belut, Toni Firmansyah tampil mencuri perhatian di lini tengah Persebaya Surabaya sepanjang paruh pertama musim ini. Gelandang muda Green Force itu mencatatkan rekor impresif dengan 100 persen dribble sukses, sekaligus siap menggantikan peran Milos Raickovic yang absen kontra Bali United.
Perkembangan Toni terlihat sangat signifikan dibanding musim sebelumnya, terutama dari cara ia menguasai tempo permainan.
Di usia 21 tahun, Toni tak lagi sekadar pelapis, melainkan opsi serius di jantung permainan Persebaya Surabaya.
Kepercayaan diri Toni tumbuh seiring menit bermain yang terus meningkat bersama tim utama. Dari 15 penampilan musim ini, 14 di antaranya ia jalani sebagai starter dengan total 1.017 menit bermain.
Kematangan permainan Toni tidak hadir secara instan, melainkan ditempa lewat duetnya bersama dua gelandang berpengalaman, Francisco Rivera dan Milos Raickovic.
Bermain bersama keduanya menjadi sekolah berharga yang mempercepat proses adaptasi Toni di level tertinggi.
Rivera dikenal sebagai otak serangan Persebaya Surabaya dengan status pemain terbaik Super League 2023/2024.
Sementara Milos membawa pengalaman internasional bersama tim nasional Montenegro dengan 18 caps pada periode 2020 hingga 2023.
Kehadiran dua figur senior itu membuat Toni semakin tenang dalam mengambil keputusan. Lini tengah Persebaya Surabaya pun tampil lebih stabil dengan distribusi bola yang rapi dan transisi yang terjaga.
“Saya sangat beruntung bisa belajar dari mereka. Banyak hal yang saya pelajari, terutama soal membaca tempo permainan dan menjaga posisi,” ujar Toni.
Menurutnya, Rivera dan Milos kerap memberi arahan detail di tengah pertandingan.
“Mereka sering mengingatkan kapan harus naik membantu serangan dan kapan harus lebih disiplin bertahan. Itu sangat membantu perkembangan saya,” sambungnya.
Komunikasi menjadi aspek paling krusial dalam peran Toni sebagai gelandang tengah. Rivera lebih dominan mengarahkan fase menyerang, sementara Milos banyak membimbingnya soal bertahan dan menjaga keseimbangan tim.
Kesempatan besar kini datang saat Milos dipastikan absen akibat akumulasi kartu. Pada laga tandang melawan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu 7 Februari, Toni menjadi kandidat utama pengisi lini tengah.
“Tentunya apabila saya dipercaya kembali ingin tampil maksimal, apalagi laga berikutnya akan melakoni kandang Bali United,” jelasnya. Laga tersebut diprediksi berjalan ketat dan membutuhkan kontrol lini tengah yang solid.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
