
Andika Ramadhani disorot Bonek usai kurang perform di bawah mistar gawang Persebaya Surabaya hadapi Bhayangkara FC. (Persebaya)
JawaPos.com — Gagalnya Andhika Ramadhani dalam menggantikan peran Ernando Ari di bawah mistar gawang Persebaya Surabaya di laga kontra Bhayangkara FC menjadi sorotan usai kekalahan pahit di Stadion Gelora Bung Tomo. Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 1-2 pada pekan ke-21 Super League 2025/26.
Hasil ini terasa menyakitkan bagi Green Force karena memutus rekor 13 laga tak terkalahkan di semua ajang. Lebih pahit lagi, kekalahan itu terjadi di kandang sendiri di hadapan ribuan Bonek yang berharap tim kesayangannya terus melaju.
Sorotan pun mengarah kepada Andhika Ramadhani yang dipercaya mengawal gawang menggantikan Ernando Ari.
Performa sang penjaga gawang dinilai belum mampu memberi rasa aman seperti biasanya ketika Ernando berdiri di bawah mistar.
“Andhika nek gak isok main gausa dipasang garai kalah,” ujar salah satu Bonek. Kutipan itu menggambarkan kekecewaan suporter yang berharap lebih dari sang kiper pelapis.
Secara statistik, Andhika mencatatkan satu penampilan penuh dengan 90 menit bermain. Ia membukukan akurasi umpan 67 persen, melakukan empat intersep, dengan total 18 umpan dan 12 di antaranya sukses.
Angka tersebut sebenarnya tak buruk untuk ukuran distribusi bola seorang kiper. Namun, posisi penjaga gawang selalu diukur dari momen krusial, terutama ketika kebobolan terjadi.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung memegang kendali permainan dan menekan pertahanan lawan. Peluang pertama hadir lewat tendangan bebas Gali Freitas yang masih mampu ditepis kiper Bhayangkara.
Menit ke-8, Bhayangkara gantian mengancam melalui sepakan Moussa Sidibe yang tepat mengarah ke gawang. Andhika Ramadhani tampil sigap dan berhasil menghalau bola tersebut.
Setelah itu kedua tim saling jual beli serangan dengan tempo cukup tinggi. Hingga menit ke-20, skor tetap imbang tanpa gol.
Petaka datang pada menit ke-25 ketika Privat Mbarga sukses mencetak gol lewat tandukan. Ia memanfaatkan tendangan bebas Moussa Sidibe dan membuat Andhika tak mampu menjangkau bola.
Gol tersebut membuat mental pertandingan berubah dan Persebaya Surabaya berusaha meningkatkan intensitas serangan.
Menit ke-30, Rachmat Irianto mengancam lewat sundulan usai menerima umpan dari situasi bola mati Francisco Rivera, tetapi bola belum tepat sasaran.
Tekanan terus dilancarkan tuan rumah demi mengejar ketertinggalan. Sayangnya, justru Bhayangkara yang kembali mencetak gol menjelang turun minum.
Pada menit 45+2, Moussa Sidibe mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Green Force. Skor 0-2 bertahan hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
