
Sesi latihan finishing Persebaya Surabaya dipimpin Bernardo Tavares jelang laga kontra Persib Bandung di Gelora Bung Tomo. (Persebaya)
JawaPos.com — Konversi gol hanya 13 persen menjadi pekerjaan rumah besar Persebaya Surabaya jelang duel panas kontra Persib Bandung. Laga di Gelora Bung Tomo, Senin (2/3/2026), bukan sekadar big match, tapi juga panggung pembuktian efektivitas lini depan Green Force.
Persebaya Surabaya bertekad meneruskan tren positif di kandang saat menjamu pemuncak klasemen sementara Super League tersebut.
Duel klasik ini menjadi momentum penting menjaga marwah Gelora Bung Tomo sekaligus memperbaiki sentuhan akhir yang belum maksimal.
Evaluasi paling krusial muncul selepas laga terakhir melawan PSM Makassar. Dalam pertandingan itu, Persebaya Surabaya mencatatkan 14 kreasi peluang dan 20 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran.
Namun dari sederet peluang tersebut, hanya satu yang berbuah gol. Angka itu menegaskan problem klasik Green Force: produktif menciptakan peluang, tapi belum klinis dalam penyelesaian akhir.
Secara statistik, Persebaya Surabaya sudah mencetak 34 gol dari 23 pertandingan musim ini. Rata-rata gol per laga berada di angka 1,5, dengan total tembakan 11 kali per pertandingan.
Green Force juga membukukan 20 assist dan 15,1 dribel sukses per laga. Dari sisi kreativitas dan agresivitas menyerang, anak asuh Bernardo Tavares tak bisa dibilang tumpul.
Masalahnya terletak pada rasio konversi gol yang hanya 13 persen. Artinya, dari setiap peluang emas yang tercipta, hanya sebagian kecil yang benar-benar menjadi gol.
Catatan ini terasa makin krusial karena lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Persib Bandung datang dengan status pemuncak klasemen sekaligus tim dengan pertahanan paling kokoh hingga pekan ke-23.
Maung Bandung baru kebobolan 11 gol sepanjang musim ini. Statistik itu menjadi alarm keras bagi lini depan Persebaya Surabaya yang masih mencari ketajaman optimal.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tak menutup mata atas persoalan tersebut. Ia menegaskan pembenahan sektor finishing sudah menjadi agenda utama dalam sesi latihan sepekan terakhir.
“Mengenai penyelesaian akhir, kami sudah mencobanya dalam minggu terakhir,” ujar Coach Tavares. Ia memastikan porsi latihan khusus finishing selalu masuk dalam menu rutin tim.
“Kami selalu ada sesi penyelesaian akhir. Tapi memang kami harus bekerja keras lagi,” sambung pelatih asal Portugal itu. Pernyataan tersebut menegaskan masih ada jarak antara proses latihan dan hasil di lapangan.
Meski demikian, Tavares melihat sisi positif dari performa anak asuhnya. Ia menilai menciptakan peluang merupakan bagian tersulit dalam sepak bola modern.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
